PUTRAGALUHPUTRAGALUH

Journal of Elementary Education: Strategies, Innovations, Curriculum, and AssesmentJournal of Elementary Education: Strategies, Innovations, Curriculum, and Assesment

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media Kahoot dalam mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa kelas II SDN 2 Jelat, khususnya materi Keteladanan Nabi Ibrahim A.S. dan Nabi Ismail A.S. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel jenuh, yaitu seluruh 28 peserta didik kelas II. Data dikumpulkan melalui tes berupa kuis Kahoot yang terdiri atas sepuluh butir soal pilihan ganda, serta dokumentasi hasil kuis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas Kahoot dalam mengukur pemahaman peserta didik berada pada angka 48%, yang termasuk dalam kategori tidak efektif. Hal ini terlihat dari capaian soal yang bervariasi, dengan hanya satu soal yang mencapai kategori baik (71%), lima soal kategori cukup (57%–64%), dan empat soal kategori kurang (≤40%). Hasil skor individu juga menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik belum menguasai materi secara optimal. Faktor-faktor yang memengaruhi di antaranya pemahaman konsep yang belum merata, keterbatasan waktu, serta kendala teknis seperti jaringan internet yang tidak stabil. Meskipun demikian, terbukti meningkatkan antusiasme, partisipasi, dan motivasi belajar peserta didik. Dengan demikian, diperlukan perbaikan kualitas soal, peningkatan infrastruktur, dan pengelolaan waktu yang lebih efektif agar Kahoot dapat berfungsi optimal sebagai media evaluasi pembelajaran PAI.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas media pembelajaran Kahoot dalam mengukur pemahaman siswa terhadap materi Keteladanan Nabi Ibrahim a.berada pada kategori tidak efektif, dengan capaian sebesar 48%.Meskipun Kahoot mampu meningkatkan interaktivitas dan motivasi belajar siswa, hal tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep.Penelitian ini merekomendasikan perbaikan kualitas soal, pemberian penguatan materi yang lebih komprehensif, dan peningkatan stabilitas jaringan internet untuk mengoptimalkan penggunaan Kahoot sebagai media evaluasi pembelajaran PAI.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh kualitas soal Kahoot terhadap pemahaman siswa, dengan membandingkan penggunaan soal-soal yang dirancang dengan prinsip taksonomi Bloom yang lebih tinggi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran PAI yang mengintegrasikan Kahoot dengan metode pembelajaran aktif lainnya, seperti diskusi kelompok atau studi kasus, untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa secara mendalam. Ketiga, penelitian lanjutan dapat menginvestigasi dampak infrastruktur teknologi, khususnya stabilitas jaringan internet, terhadap efektivitas penggunaan Kahoot dalam pembelajaran PAI di sekolah-sekolah dengan keterbatasan akses teknologi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah dasar, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. Dengan demikian, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan efektif, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi PAI dan menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Read online
File size308.33 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test