OJSOJS

Jurnal Pendidikan MultidisiplinerJurnal Pendidikan Multidisipliner

Indonesia memiliki keanekaragaman tanaman obat yang tinggi, termasuk sirih hijau (Piper betle L.) dan sirsak (Annona muricata) yang banyak digunakan secara tradisional. Daun sirsak dikenal memiliki potensi untuk membantu pengobatan kanker, menurunkan kadar gula darah, dan mengatasi gangguan paru. Sementara itu, daun sirih hijau sering dimanfaatkan sebagai antioksidan serta obat batuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisikokimia, skrining fitokimia, serta komponen kimia hasil GC-MS dari ekstrak kombinasi kedua daun tersebut. Hasil uji fisikokimia menunjukkan bahwa ekstrak memiliki massa jenis 0,78 g/mL, larut dalam aquades, etanol, kloroform, dan aseton, serta memiliki titik didih 82°C. Skrining fitokimia mengonfirmasi adanya alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan steroid. Analisis GC-MS mengidentifikasi berbagai senyawa seperti hexadecane, nonadecane, methyl gamma-linolenoate, serta turunan asam lemak lainnya. Beberapa senyawa seperti asam hexadecenoic, phytol, dan hexadecenoic acid methyl ester berpotensi sebagai senyawa obat karena aktivitas biologisnya. Penelitian ini menunjukkan potensi kombinasi kedua daun sebagai bahan obat herbal.

Ekstrak kombinasi daun sirih hijau dan daun sirsak memiliki kelarutan dalam pelarut seperti metanol dan aquades, dengan titik didih 82°C dan massa jenis 0,78 g/mL.Ekstrak tersebut mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid.Analisis GC-MS mengidentifikasi berbagai senyawa, termasuk hexadecane, nonadecane, dan methyl gamma-linolenoate, serta senyawa berpotensi obat seperti asam hexadecenoic, phytol, dan hexadecenoic acid methyl ester.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengujian aktivitas biologis ekstrak kombinasi daun sirih hijau dan daun sirsak secara in vitro dan in vivo untuk mengkonfirmasi potensi antikanker, antibakteri, dan antioksidan yang telah diindikasikan oleh analisis fitokimia dan GC-MS. Selain itu, perlu dilakukan studi isolasi dan karakterisasi senyawa-senyawa aktif yang teridentifikasi melalui GC-MS untuk menentukan struktur kimia dan mekanisme aksi masing-masing senyawa. Selanjutnya, penelitian dapat diarahkan untuk mengoptimalkan formulasi ekstrak kombinasi ini menjadi sediaan obat herbal yang efektif dan aman, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti stabilitas, bioavailabilitas, dan toksisitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan obat herbal berbasis tanaman lokal Indonesia yang memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Read online
File size253.34 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test