UINUIN

Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)

Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia dimana pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Daun yakon, kayu secang dan daun salam memiliki potensi sebagai antidiabetes, namun belum diketahui senyawa spesifik mana yang terlibat dalam mekanisme sebagai penghambat SGLT-2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa bioaktif yang terkandung dalam daun yakon, kayu secang dan daun salam dalam menghambat enzim SGLT-2 secara in silico. Data senyawa aktif didapatkan dari laman PubChem. Kristal struktur dari Structure of human SGLT2-MAP17 complex bound with empagliflozin didapatkan dari Protein Data Bank dengan PDB ID: 7VSI. Molecular docking menggunakan Molegro Virtual Docker dan simulasi molecular dynamic menggunakan YASARA Dynamics. Hasil molecular docking didapatkan 3 senyawa memiliki nilai rerank score lebih negative dari senyawa pembanding (empagliflozin). Hasil visualisasi menunjukan residu asam amino yang berperan penting ialah PHE 98 dan VAL 157. Hasil molecular dynamics menunjukan kompleks ligan 3,4-Dicaffeoyquinic acid memiliki kestabilan ikatan paling baik dan stabil dari ligan uji lainnya. Dihasilkan senyawa yang stabil, yaitu 3,4-Dicaffeoyquinic acid.

Berdasarkan analisis komputasi, senyawa 1,3‑O‑dicaffeoylquinic acid, 3,4‑dicaffeoylquinic acid, dan 1‑kestose teridentifikasi sebagai inhibitor potensial SGLT‑2 dengan interaksi kuat terhadap residu PHE 98 dan VAL 157.Molekul 3,4‑dicaffeoylquinic acid menunjukkan stabilitas ikatan terbaik dalam simulasi dinamika molekular, menunjukkan potensi sebagai kandidat obat antidiabetes.Namun, senyawa 1,3‑O‑dicaffeoylquinic acid dapat menimbulkan hepatotoksik, sehingga perlu penyesuaian struktur atau dosis untuk meminimalkan efek samping.

Berdasarkan temuan bahwa 3,4‑dicaffeoylquinic acid memiliki aktivitas inhibitor SGLT‑2 yang kuat dan stabil, penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada sintesis derivat analognya yang memiliki profil farmakokinetik lebih baik, serta evaluasi in vitro dan in vivo untuk memverifikasi aktivitas dan toksisitasnya. Selanjutnya, menjawab pertanyaan tentang mekanisme spesifik interaksi senyawa ini dengan wilayah aktif SGLT‑2 melalui metode kristalografi atau simulasi docking dengan variasi protein dapat membuka peluang penentuan titik target obat. Akhirnya, mengembangkan formulasi berbasis nanopartikel atau sistem penghantaran terkontrol untuk 3,4‑dicaffeoylquinic acid guna meningkatkan bioavailabilitas dan mengurangi potensi hepatotoksisitas dapat menjadi arah penelitian praktis yang berharga bagi pengembangan terapi diabetes tipe 2 berbasis tanaman.

  1. Docking of New Designed Compounds Derived from 1,6-Dihydro-1,3,5-triazine-2,4-diamine Toward Quadruple... journal.ugm.ac.id/ijc/article/view/39943Docking of New Designed Compounds Derived from 1 6 Dihydro 1 3 5 triazine 2 4 diamine Toward Quadruple journal ugm ac ijc article view 39943
  2. Studi In Silico Senyawa Bioaktif pada Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius), Kayu Secang (Caesalpinia... doi.org/10.15408/pbsj.v6i2.39508Studi In Silico Senyawa Bioaktif pada Daun Yakon Smallanthus sonchifolius Kayu Secang Caesalpinia doi 10 15408 pbsj v6i2 39508
  3. Validation of structural-based virtual screening protocols with the PDB Code 3G0B and prediction of the... doi.org/10.3897/rrpharmacology.8.76237Validation of structural based virtual screening protocols with the PDB Code 3G0B and prediction of the doi 10 3897 rrpharmacology 8 76237
Read online
File size785.73 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test