UINUIN

Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)

Penggunaan obat untuk swamedikasi tanpa pengetahuan dan perilaku yang baik dapat berdampak negatif. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara pengetahuan dan perilaku pasien swamedikasi nyeri di apotek Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Tingkat pengetahuan dan perilaku dinilai menggunakan kuesioner. Penelitian ini melibatkan total 222 responden (usia 18-59 tahun) yang menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk nyeri dan telah mengonsumsinya selama 3 bulan sebelumnya. Analisis hubungan antara pengetahuan dan perilaku diukur menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden cukup (59,9%) dengan perilaku bertanggung jawab (57,2%). Uji korelasi Spearman rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku dengan nilai korelasi yang cukup kuat (r = 0,715) dengan arah positif. Semakin tinggi pengetahuan dalam swamedikasi maka perilakunya akan semakin baik.

Sebagian besar responden menunjukkan pengetahuan yang cukup (59,9%) dan perilaku bertanggung jawab (57,2%) dalam swamedikasi NSAID.Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pengetahuan dengan perilaku pasien, dengan koefisien korelasi cukup kuat (r = 0,715).Semakin tinggi pengetahuan seseorang dalam swamedikasi, semakin baik pula perilakunya.

Penelitian lanjutan dapat menguji pengaruh intervensi edukasi langsung dari apoteker terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku swamedikasi NSAID di kalangan pasien usia muda dan paruh baya. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif tentang pola swamedikasi NSAID antara masyarakat yang mengakses obat di apotek dengan yang membeli dari warung atau penjual daring untuk menilai dampak aksesibilitas terhadap keamanan penggunaan obat. Selanjutnya, perlu dikembangkan penelitian longitudinal untuk melihat bagaimana perubahan pengetahuan dari waktu ke waktu memengaruhi risiko efek samping jangka panjang akibat penggunaan NSAID tanpa pengawasan medis, terutama pada kelompok usia 45-59 tahun yang lebih rentan secara fisiologis.

Read online
File size283.24 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test