UINUIN

Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)

Jerawat adalah penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri, salah satunya Staphylococcus epidermidis. Untuk pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan senyawa aktif yang berasal dari bahan alam seperti mentimun dan tomat. Obat tersebut dapat dibuat berupa sediaan kosmetik seperti masker gel peel off. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata diameter zona hambat, perbedaan rata-rata diameter zona hambat dan aktivitas antibakteri pada sediaan masker gel peel off campuran ekstrak mentimun (Cucumis sativus) dan tomat (Solanum lycopersicum) dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor campuran ekstrak mentimun dan tomat dan 6 taraf yaitu konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% kontrol positif dengan tetrasiklin dan kontrol negatif dengan aquadest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat sediaan masker gel peel off campuran ekstrak mentimun dan tomat terhadap Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% masing-masing sebesar 16,38 mm; 24,88 mm; 29,88 mm dan 34,88 mm. Terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata diameter zona hambat sediaan masker gel peel off campuran ekstrak mentimun dan tomat konsentrasi 5%; 10%; 15%; 20%; terhadap Staphylococcus epidermidis. Aktivitas antibakteri pada sediaan masker gel peel off anti jerawat dari campuran ekstrak mentimun dan tomat terhadap Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 5%, konsentrasi 10%, konsentrasi 15% dan konsentrasi 20% yaitu kuat, sangat kuat, sangat kuat dan sangat kuat.

Rata-rata diameter zona hambat sediaan masker gel peel off campuran ekstrak mentimun dan tomat terhadap Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20% berturut-turut adalah 16,38 mm.Terdapat perbedaan signifikan pada rata-rata diameter zona hambat antar konsentrasi terhadap bakteri tersebut.Aktivitas antibakterinya tergolong kuat hingga sangat kuat, dengan peningkatan konsentrasi ekstrak meningkatkan efektivitas penghambatan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas sediaan masker gel peel off campuran ekstrak mentimun dan tomat terhadap jenis bakteri penyebab jerawat lainnya seperti Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus, untuk mengetahui spektrum aktivitas antibakteri secara lebih luas. Kedua, penting untuk mengeksplorasi formulasi serupa dalam bentuk sediaan kosmetik berbeda seperti krim, tonik, atau serum, guna membandingkan efektivitas dan kenyamanan penggunaan antar bentuk sediaan. Ketiga, perlu dikaji pengaruh variasi rasio campuran ekstrak mentimun dan tomat—bukan hanya konsentrasi total—terhadap aktivitas antibakteri, untuk menentukan komposisi optimal yang memberikan efek sinergis tanpa menurunkan kualitas fisik sediaan.

  1. PERBEDAAN JUMLAH BAKTERIURI PADA WANITA LANJUT USIA BERDASARKAN KULTUR MIKROBIOLOGI MENGGUNAKAN TEKNIK... ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/M/article/view/969PERBEDAAN JUMLAH BAKTERIURI PADA WANITA LANJUT USIA BERDASARKAN KULTUR MIKROBIOLOGI MENGGUNAKAN TEKNIK ejournal poltekkes denpasar ac index php M article view 969
  2. Aktivitas Antibakteri Sediaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Mentimun (Cucumis Sativus) Dan Tomat (Solanum... journal.uinjkt.ac.id/index.php/pbsj/article/view/35117Aktivitas Antibakteri Sediaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Mentimun Cucumis Sativus Dan Tomat Solanum journal uinjkt ac index php pbsj article view 35117
Read online
File size345.63 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test