UINUIN
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Ekstrak pulp kopi robusta (Coffea canephora L.) diketahui mengandung senyawa asam klorogenik dengan potensi antioksidan. Komposisi ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam produk kosmetik seperti masker tanah liat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi masker tanah liat dengan ekstrak pulp kopi robusta, menggunakan variasi konsentrasi basis bentonite dan kaolin (1:2) pada 20 %, 25 % dan 30 % total. Unsur aktif ditanamkan pada 5 % volume. Evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, spreadability, adhesi, viskositas dan waktu kering. Hasil menunjukkan semua formulasi homogen dengan pH 5,15–5,29, spreadability 4,60–4,74 cm, adhesi 0,82–1,16 s, viskositas 5 501–7 568 mPa·s, dan waktu kering 20,60–25,34 min. Aktivitas antioksidan diukur dengan metode DPPH; nilai IC₅₀ dari masker F3 mencapai 28,31 ppm, menunjukkan potensi antioksidan kuat. Variasi konsentrasi basis secara signifikan mempengaruhi viskositas dan waktu kering, namun tidak mempengaruhi pH, spreadability, adhesi atau aktivitas antioksidan. Dengan kriteria fisik yang memenuhi dan aktivitas antioksidan yang tinggi, formulasi F3 menjadi kandidat unggul untuk aplikasi kosmetik.
Variasi konsentrasi basis secara signifikan mempengaruhi viskositas dan waktu kering masker tanah liat, namun tidak mempengaruhi pH, spreadability, atau adhesi.Masker tanah liat berbahan dasar ekstrak pulp kopi robusta menunjukkan aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC₅₀ 28,31–30,45 ppm, menandakan potensi untuk pengembangan produk perawatan kulit anti‑penuaan atau pencerahan.Formulasi F3, dengan konsentrasi basis tertinggi, paling unggul karena kinerja fisik dan aktivitas antioksidannya.
Penelitian di masa depan dapat memfokuskan pada (1) evaluasi keamanan dermatologis jangka panjang masker tanah liat berbahan ekstrak pulp kopi robusta pada tipe kulit sensitif, dengan mengambil sampel subjek skin barrier function dan iritasi; (2) pemisahan dan identifikasi senyawa aktif utama (misalnya asam klorogenik) menggunakan kromatografi lapis tipis dan spektrometri massa, sekaligus menilai konsentrasi optimal untuk aktivitas antioksidan tanpa merusak struktur fisik masker; (3) pengembangan formula komposit yang menggabungkan ekstrak pulp kopi robusta dengan nano‑partikel vitamin C atau ekstrak tumbuhan lain (mis. teh hijau) untuk sinergi antioksidan, diikuti uji in vitro perbandingan aktivitas antiradikal dan stabilitas harian produk.
- Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca sapientum) Dengan Metode... doi.org/10.35311/jmpi.v4i1.22Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja Musa Paradisiaca sapientum Dengan Metode doi 10 35311 jmpi v4i1 22
- FORMULASI SEDIAAN KRIM DENGAN EKSTRAK ETANOL DAUN GEDI HIJAU (Abelmoschus manihot L.) TERHADAP Propionibacterium... doi.org/10.35799/Pha.12.2023.49075FORMULASI SEDIAAN KRIM DENGAN EKSTRAK ETANOL DAUN GEDI HIJAU Abelmoschus manihot L TERHADAP Propionibacterium doi 10 35799 Pha 12 2023 49075
- EVALUASI FORMULASI MASKER CLAY DARI EKSTRAK ETANOl DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) SEBAGAI ANTI JERAWAT... doi.org/10.33759/jrki.v4i3.283EVALUASI FORMULASI MASKER CLAY DARI EKSTRAK ETANOl DAUN PEPAYA CARICA PAPAYA L SEBAGAI ANTI JERAWAT doi 10 33759 jrki v4i3 283
| File size | 334.43 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU 2), JMA8 (Trichoderma sp. 4), dan JMA9 (Trichoderma sp. 5). Adapun dua diantara empat isolat tersebut yaitu JMA8 dan JMA9 diduga dapat memicu pertumbuhan2), JMA8 (Trichoderma sp. 4), dan JMA9 (Trichoderma sp. 5). Adapun dua diantara empat isolat tersebut yaitu JMA8 dan JMA9 diduga dapat memicu pertumbuhan
FMIPAUKITFMIPAUKIT Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ekstrak akar Sonneratia alba memiliki aktivitas antibakteri. coli, ekstrak menunjukkan aktivitasBerdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ekstrak akar Sonneratia alba memiliki aktivitas antibakteri. coli, ekstrak menunjukkan aktivitas
FMIPAUKITFMIPAUKIT Isolasi dan identifikasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak diperlukan untuk memahami kontribusi masing-masing komponen terhadap aktivitas antibakteriIsolasi dan identifikasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak diperlukan untuk memahami kontribusi masing-masing komponen terhadap aktivitas antibakteri
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh konsumsiHipertensi merupakan masalah kesehatan serius yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh konsumsi
FMIPAUKITFMIPAUKIT aureus pada semua konsentrasi. Diameter zona hambat tertinggi pada kelompok perlakuan pada konsentrasi 400µL dengan rata-rata diameter 9,28 ± 0,36 mm.aureus pada semua konsentrasi. Diameter zona hambat tertinggi pada kelompok perlakuan pada konsentrasi 400µL dengan rata-rata diameter 9,28 ± 0,36 mm.
FMIPAUKITFMIPAUKIT Hasil penelitian ini mengindikasikan potensi Sonneratia alba sebagai sumber senyawa antiinflamasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Penelitian selanjutnyaHasil penelitian ini mengindikasikan potensi Sonneratia alba sebagai sumber senyawa antiinflamasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Penelitian selanjutnya
FMIPAUKITFMIPAUKIT minahassae diekstrasi menggunakan etanol. Uji aktivitas antibakteri menggunakan disc diffusion methods. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrakminahassae diekstrasi menggunakan etanol. Uji aktivitas antibakteri menggunakan disc diffusion methods. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak
USKUSK Zona hambat mulai terbentuk pada konsentrasi 125 mg/ml dengan diameter rata-rata 6,31 mm, dan pada konsentrasi 1000 mg/ml sebesar 11,43 mm, hampir setaraZona hambat mulai terbentuk pada konsentrasi 125 mg/ml dengan diameter rata-rata 6,31 mm, dan pada konsentrasi 1000 mg/ml sebesar 11,43 mm, hampir setara
Useful /
USKUSK Pengumpulan data melibatkan 128 siswa dari kelas 1-2 melalui penyebaran angket kuesioner dispepsia dan oral hygiene practices serta pemeriksaan klinisPengumpulan data melibatkan 128 siswa dari kelas 1-2 melalui penyebaran angket kuesioner dispepsia dan oral hygiene practices serta pemeriksaan klinis
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Faktor penyebab meliputi keterlambatan dokter, jumlah pasien yang tinggi, dan gangguan sistem informasi rumah sakit (SIMRS). Penelitian ini menyimpulkanFaktor penyebab meliputi keterlambatan dokter, jumlah pasien yang tinggi, dan gangguan sistem informasi rumah sakit (SIMRS). Penelitian ini menyimpulkan
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran perawat sebagai edukator dengan pencegahan kekambuhan penyakit hipertensi. Metode: Penelitian ini adalah penelitianTujuan: Untuk mengetahui hubungan peran perawat sebagai edukator dengan pencegahan kekambuhan penyakit hipertensi. Metode: Penelitian ini adalah penelitian
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perilaku ibu dalam mencegah diare pada balita. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikanHasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perilaku ibu dalam mencegah diare pada balita. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikan