POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

International Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceInternational Conference on Multidisciplinary Approaches in Health Science

Biskuit merupakan produk bakery yang dibuat dari tepung terigu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain. Kebutuhan tepung terigu di Indonesia dipenuhi dengan impor dalam jumlah besar, sehingga diperlukan bahan pangan alternatif sebagai pengganti tepung terigu. Tepung mocaf dikenal sebagai alternatif tepung singkong untuk menggantikan tepung terigu. Tepung mocaf memiliki kelemahan dibandingkan dengan tepung terigu seperti kandungan protein yang lebih rendah, sehingga kandungan protein dalam biskuit dapat ditingkatkan dengan menambahkan sumber protein lain seperti tempe. Untuk membuat tempe lebih disukai, dilakukan perubahan bentuk tempe menjadi tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung mocaf dan tepung tempe terhadap karakteristik biskuit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perbandingan tepung mocaf terhadap tepung tempe berpengaruh signifikan terhadap kualitas organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, rasa, daya terima keseluruhan, kualitas aroma, kualitas tekstur, kadar air, kadar serat, dan kadar protein. Perlakuan terbaik dari penelitian ini adalah P1 dengan (90% tepung mocaf: 10% tepung tempe) dengan karakteristik kualitas warna 4,16 (suka), aroma 4,21 (suka), rasa 4,44 (suka), tekstur 4,14 (suka), dengan kualitas aroma 2,92 (tidak tidak sedap), kualitas tekstur 2,61 (renyah) dan daya terima keseluruhan 4,38 (suka) dengan kadar air 2,85%, kadar protein 8,16% dan serat 4,87%.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa biskuit dengan perbandingan tepung mocaf dan tepung tempe yang berbeda berpengaruh signifikan terhadap uji organoleptik termasuk warna, aroma, rasa, tekstur, daya terima keseluruhan, uji kualitas aroma, dan uji kualitas tekstur.Perlakuan P1 dengan perbandingan 90% tepung mocaf dan 10% tepung tempe menghasilkan biskuit dengan karakteristik organoleptik terbaik.Biskuit yang dihasilkan memenuhi standar kualitas nasional (SNI) terkait kadar air, protein, dan serat.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh penambahan bahan-bahan lain seperti serat pangan atau prebiotik pada biskuit mocaf-tempe untuk meningkatkan kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh metode pengolahan tempe yang berbeda (misalnya, fermentasi dengan mikroorganisme yang berbeda) terhadap karakteristik tepung tempe dan kualitas biskuit yang dihasilkan. Pengembangan formulasi biskuit mocaf-tempe dengan variasi rasa dan bentuk yang menarik juga dapat menjadi fokus penelitian untuk meningkatkan daya terima konsumen.

Read online
File size321.93 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test