UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and Pharmacy

Indonesia is the 5th most vulnerable country in Asia, with an accumulated number of 519,158 cases in 2022. Health literacy is essential for people with HIV/AIDS (PLWHA) to avoid opportunistic infections through increased insights related to their health care. This study aims to analysing the relationship between respondent characteristics and access to information with health literacy and the relationship of health literacy with the quality of life of HIV/AIDS sufferers. Cross-sectional studies are used in this kind of quantitative research. The population in this study is 316 people with PLWHA undergoing treatment at Kendari City Hospital in 2023, with a sample of 177 people. Sampling of the study used Simple Random Sampling. The data analysis used is the Chi-Square Test. The results of the study were obtained from the Chi Square test based on gender, p-value (0.769) > α (0,05), based on age p-value (0.598 > α (0,05), based on education p-value (0,004) < α (0,05), based on the length of suffering p-value (0,006) < α (0,05), and based on access to information p-value (0,001) < α (0,05). The results of the binary logistic regression analysis were obtained by the information access variable with Exp (B) = 3,222. Factors related to health literacy in people with HIV/AIDS are education, long-time suffering and access to information. Health literacy related to quality of life in people with HIV/AIDS at Kendari City Hospital. It is expected, the hospitals which are the basis for health information services for PLHIV need to improve health literacy programs both conventionally and electronically involving digital technology.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan literasi kesehatan pada penyandang HIV/AIDS adalah pendidikan, lama menderita, dan akses informasi.Literasi kesehatan berhubungan dengan kualitas hidup pada penyandang HIV/AIDS di Rumah Sakit Kota Kendari.Diharapkan, rumah sakit yang menjadi basis layanan informasi kesehatan bagi ODHIV perlu meningkatkan program literasi kesehatan baik secara konvensional maupun elektronik yang melibatkan teknologi digital.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk menginvestigasi dampak jangka panjang dari program peningkatan literasi kesehatan terhadap kualitas hidup penyandang HIV/AIDS. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana perubahan literasi kesehatan memengaruhi perilaku pencegahan, kepatuhan pengobatan, dan hasil kesehatan secara keseluruhan dari waktu ke waktu. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam pengalaman dan persepsi penyandang HIV/AIDS terkait dengan literasi kesehatan dan akses informasi. Pendekatan ini dapat mengungkap hambatan dan fasilitator yang memengaruhi kemampuan mereka untuk mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan secara efektif. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas berbagai strategi peningkatan literasi kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik penyandang HIV/AIDS. Intervensi ini dapat mencakup program pendidikan kesehatan, pelatihan keterampilan komunikasi, atau penggunaan teknologi digital untuk memberikan informasi kesehatan yang mudah diakses dan dipahami. Dengan menggabungkan temuan dari penelitian-penelitian ini, kita dapat mengembangkan pendekatan yang lebih komprehensif dan efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan dan kualitas hidup penyandang HIV/AIDS.

Read online
File size312.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test