UNISMUH PALUUNISMUH PALU
Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and PharmacyPendahuluan: Stunting merupakan masalah serius dalam kesehatan masyarakat, khususnya pada anak di bawah lima tahun. Program edukasi gizi yang terintegrasi dengan budaya lokal MARTABE suku Batak Angkola dapat secara efektif mencegah stunting pada anak di bawah lima tahun. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh program edukasi gizi terintegrasi dengan budaya lokal terhadap perilaku pencegahan stunting. Metode: Penelitian dengan desain kuasi‑eksperimental. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Sampel dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi yang menerima program edukasi gizi terintegrasi budaya lokal MARTABE dan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi. Kelompok intervensi diberikan modul program edukasi gizi terintegrasi budaya lokal MARTABE, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima edukasi biasa melalui leaflet. Program edukasi gizi berbasis budaya lokal dilaksanakan selama 6 minggu, meliputi konseling tentang nutrisi seimbang, manfaat makanan lokal, dan cara mencegah stunting. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan teknik statistik seperti paired t‑test, chi‑square, dan uji Hotelling. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa baik kelompok intervensi maupun kontrol mengalami pengaruh signifikan terhadap pengetahuan (p=0.002), sikap (p=0.000), tindakan (p=0.001), dan perilaku (p=0.000) setelah diberikan edukasi gizi terintegrasi dengan budaya lokal MARTABE. Nilai Hotellings Trace untuk perubahan perilaku secara keseluruhan menunjukkan hasil signifikan (F=5794,811, p=0.000). Hal ini menunjukkan perbedaan signifikan perilaku pengasuh anak di bawah lima tahun antara sebelum dan sesudah intervensi. Dengan kata lain, program edukasi gizi berbasis budaya lokal secara efektif memengaruhi perubahan perilaku pengasuh anak di bawah lima tahun. Kesimpulan: Edukasi gizi yang terintegrasi dengan budaya lokal meningkatkan pengetahuan, sikap, tindakan, dan perilaku terkait pencegahan stunting pada anak di bawah lima tahun. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat dijadikan model intervensi dalam pencegahan stunting di Indonesia.
Penelitian ini menunjukkan bahwa program edukasi gizi terintegrasi budaya lokal MARTABE secara signifikan memengaruhi perilaku pengasuh anak di bawah lima tahun dalam upaya pencegahan stunting.Program tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap, tindakan, dan perilaku pengasuh terkait pentingnya pola makan sehat dan pencegahan stunting, dengan pendekatan berbasis budaya lokal yang lebih mudah diterima masyarakat.Meskipun perubahan perilaku yang tercatat relatif kecil, perbedaan yang signifikan secara statistik membuktikan efektivitas intervensi dalam meningkatkan kesadaran dan langkah pencegahan di antara pengasuh balita.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki sejauh mana program edukasi gizi terintegrasi budaya lokal MARTABE dapat mempertahankan perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku pengasuh selama jangka panjang, misalnya dengan melakukan survei tindak lanjut 12‑24 bulan setelah intervensi. Selain itu, perlu dikaji apakah peningkatan perilaku yang terjadi pada pengasuh berhubungan langsung dengan perbaikan status gizi dan penurunan prevalensi stunting pada anak-anak mereka, melalui pengukuran antropometri dan indikator biokimia secara longitudinal. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penerapan modul edukasi berbasis teknologi informasi, seperti aplikasi mobile atau video interaktif, yang menggabungkan unsur budaya MARTABE, untuk menilai apakah media digital meningkatkan efektivitas dan jangkauan program di daerah terpencil. Sebagai perbandingan, desain penelitian eksperimental dengan tiga kelompok (intervensi tradisional, intervensi digital, dan kontrol) dapat memberikan bukti kuat tentang keunggulan masing‑masing pendekatan. Selanjutnya, analisis biaya‑manfaat program perlu dilakukan untuk mengetahui kelayakan ekonomi integrasi budaya dalam skala kebijakan nasional. Penelitian kualitatif yang melibatkan partisipan dari berbagai tingkat pendidikan dan latar belakang sosial‑ekonomi dapat mengidentifikasi hambatan budaya atau struktural yang masih menghalangi adopsi praktik gizi sehat. Akhirnya, studi multidisiplin yang melibatkan ahli gizi, antropolog, dan perancang kebijakan dapat merumuskan pedoman standar integrasi budaya yang dapat diadaptasi untuk suku‑suku lain di Indonesia.
| File size | 380.53 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMAUNIMA Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan dapat diketahui bahwa bahasa Indonesia mengalami tiga fase perkembangan. Selain itu, dapat diketahui juga penggunaanBerdasarkan kajian literatur yang dilakukan dapat diketahui bahwa bahasa Indonesia mengalami tiga fase perkembangan. Selain itu, dapat diketahui juga penggunaan
ARIMSIARIMSI Materi yang diajarkan berfokus pada pokok bahasan garis dan sudut. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I keMateri yang diajarkan berfokus pada pokok bahasan garis dan sudut. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke
JURNALDIDAKTIKAJURNALDIDAKTIKA Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya integrasi kearifan lokal dalam kultur sekolah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter yang kontekstual.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya integrasi kearifan lokal dalam kultur sekolah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter yang kontekstual.
LAAROIBALAAROIBA Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa manajemen kinerja, pelatihan dan budaya organisasi secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap kinerjaHasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa manajemen kinerja, pelatihan dan budaya organisasi secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap kinerja
STPMATARAMSTPMATARAM Persepsi wisatawan terhadap wellness tourism di Lombok masih berada pada tahap nature and relaxation-based perception, belum berkembang menuju holisticPersepsi wisatawan terhadap wellness tourism di Lombok masih berada pada tahap nature and relaxation-based perception, belum berkembang menuju holistic
UNUDUNUD Penelitian ini mengungkap bahwa tingkat kelangsungan hidup bisnis akomodasi di Bali sangat dipengaruhi oleh faktor seperti jumlah kamar, skala bisnis,Penelitian ini mengungkap bahwa tingkat kelangsungan hidup bisnis akomodasi di Bali sangat dipengaruhi oleh faktor seperti jumlah kamar, skala bisnis,
UNIVERSITASMBOJOBIMAUNIVERSITASMBOJOBIMA (1) Pola komunikasi interpersonal masyarakat pendatang dan lokal didasarkan pada budaya, sosial, dan ekonomi dengan penyesuaian diri yang menciptakan harmoni.(1) Pola komunikasi interpersonal masyarakat pendatang dan lokal didasarkan pada budaya, sosial, dan ekonomi dengan penyesuaian diri yang menciptakan harmoni.
UNIBUNIB Sub-keterampilan mendengar yang diperlukan adalah mendengar untuk esensi dan detail. Kurikulum dan bahan ajar perlu disesuaikan dengan kebutuhan spesifikSub-keterampilan mendengar yang diperlukan adalah mendengar untuk esensi dan detail. Kurikulum dan bahan ajar perlu disesuaikan dengan kebutuhan spesifik
Useful /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Studi ini menggunakan desain case-control dengan 44 responden, terdiri dari 22 pasien TB yang dikonfirmasi secara laboratorium dan 22 pasien non-TB denganStudi ini menggunakan desain case-control dengan 44 responden, terdiri dari 22 pasien TB yang dikonfirmasi secara laboratorium dan 22 pasien non-TB dengan
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Diharapkan kepada kepala Puskesmas Baitussalam Aceh Barat agar lebih meningkatkan hubungan dengan masyarakat salah satunya dengan cara melakukan penyuluhanDiharapkan kepada kepala Puskesmas Baitussalam Aceh Barat agar lebih meningkatkan hubungan dengan masyarakat salah satunya dengan cara melakukan penyuluhan
LAAROIBALAAROIBA Alat bantu yang digunakan oleh penulis pada riset ini diolah menggunakan software SPSS 26. Pemilihan metode analisis data untuk penguji hipotesis dariAlat bantu yang digunakan oleh penulis pada riset ini diolah menggunakan software SPSS 26. Pemilihan metode analisis data untuk penguji hipotesis dari
LAAROIBALAAROIBA Data primer dari kuisioner dengan 50 responden dengan menggunakan metode sampel jenuh, dimana semua anggota populasi akan dijadikan sampel. Uji validitasData primer dari kuisioner dengan 50 responden dengan menggunakan metode sampel jenuh, dimana semua anggota populasi akan dijadikan sampel. Uji validitas