UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and Pharmacy

Penelitian ini bertujuan untuk fokus pada aktivitas sitotoksik minyak ikan belut dan melakukan ekstraksi menggunakan metode soxhlation, Thomson dan Weil, dan Metode dosis tetap. Untuk mengevaluasi toksisitas ekstrak, dilakukan uji toksisitas akut dengan mengukur dosis letal tengah (LD50), yang sering digunakan sebagai tolok ukur. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan nilai dosis 50 letal (LD₅₀) dari minyak ikan belut, yaitu dosis yang dapat menyebabkan kematian 50% dari populasi hewan uji. Proses ekstraksi menggunakan pelarut dietil eter pada 60°C, diikuti dengan pemurnian menggunakan adsorben bentonit 3%. Uji dilakukan dua kali dengan tikus betina sebagai hewan uji, dibagi menjadi kelompok dengan dosis oral 5, 50, 300, 2000, dan 5000 mg/kg.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak minyak ikan belut hingga dosis 5000 mg/kg masih diklasifikasikan sebagai aman untuk digunakan karena tidak menyebabkan kematian pada hewan uji.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada kematian pada hewan uji, dan LD50 dari ekstrak minyak ikan belut lebih besar dari dosis yang digunakan.Gejala klinis pada tikus meliputi penurunan aktivitas motorik dan peningkatan frekuensi grooming seiring dengan peningkatan dosis, serta peningkatan tonus otot dan respons ketegangan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi mekanisme aksi minyak ikan belut pada tingkat seluler dan molekuler, termasuk identifikasi target protein dan jalur pensinyalan yang terlibat dalam efek sitotoksik dan perlindungan sel. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi efek jangka panjang dari konsumsi minyak ikan belut pada kesehatan hewan, termasuk dampaknya terhadap fungsi organ vital, sistem kekebalan tubuh, dan perkembangan penyakit kronis. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi interaksi antara minyak ikan belut dan obat-obatan lain yang umum digunakan, serta efeknya terhadap metabolisme obat dan efikasi terapeutik. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi manfaat dan risiko minyak ikan belut, serta membuka jalan bagi pengembangan produk kesehatan yang inovatif dan aman.

  1. Antioxidant activity and total phenolic content of different skin coloured brinjal (Solanum melongena)... doi.org/10.4038/tar.v26i1.8080Antioxidant activity and total phenolic content of different skin coloured brinjal Solanum melongena doi 10 4038 tar v26i1 8080
Read online
File size415.97 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test