UNJAUNJA

Kajian Linguistik dan SastraKajian Linguistik dan Sastra

Dugaan pelecehan seksual terhadap beberapa finalis Miss Universe Indonesia menuai pro dan kontra. Media massa online di Indonesia menunjukkan ada pihak yang mendukung korban, namun ada juga yang meragukan pernyataan korban karena belum dibuktikan kebenarannya oleh hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis pergerakan wacana yang dilihat dari berbagai pernyataan pihak-pihak pendukung korban, seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pemenang Keempat Miss Universe Indonesia, serta pihak yang meragukan dugaan pelecehan seksual, seperti Mantan CEO Miss Universe Indonesia Poppy Capella. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan teknik pencatatan yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori analisis wacana kritis BREAK (Basis, Relasi, Ekuilibrium, Aktualisasi, dan Keberlanjutan wacana) dari Sawirman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan wacana dugaan pelecehan seksual pada para finalis Miss Universe Indonesia bersifat divergen-divergen (DIDI).

Kasus dugaan pelecehan seksual para finalis Miss Universe Indonesia merupakan kejahatan yang melanggar hukum.Dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh para finalis Miss Universe Indonesia itu membuat banyak pihak menyoroti dan memberikan tanggapan.Ada wacana yang muncul dan beredar di tengah masyarakat, yaitu mendukung dan meragukan korban.Hal ini didasarkan frekuensi dua jenis wacana tersebut.Wacana primer dan sekunder terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap para finalis Miss Universe Indonesia memiliki tipe DIDI atau divergen-divergen karena kedua wacana tersebut saling bertentangan dan tidak saling melengkapi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam mengenai dampak psikologis dari dugaan pelecehan seksual terhadap para finalis Miss Universe Indonesia, dengan fokus pada bagaimana mereka membangun kembali kepercayaan diri dan melanjutkan karir mereka setelah kejadian tersebut. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana media massa secara keseluruhan meliput kasus pelecehan seksual, termasuk bias yang mungkin ada dalam peliputan tersebut dan dampaknya terhadap opini publik. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai mekanisme hukum dan sosial yang tersedia untuk melindungi korban pelecehan seksual dan memastikan keadilan bagi mereka. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas kasus pelecehan seksual dan memberikan rekomendasi yang lebih efektif untuk mencegah dan menangani masalah ini di masa depan.

  1. Analisis Pergerakan Wacana Kasus Agni | Kajian Linguistik dan Sastra. analisis pergerakan wacana agni... doi.org/10.22437/kalistra.v2i2.24690Analisis Pergerakan Wacana Kasus Agni Kajian Linguistik dan Sastra analisis pergerakan wacana agni doi 10 22437 kalistra v2i2 24690
Read online
File size454.07 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test