UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and Pharmacy

Stunting merupakan masalah yang masih dihadapi oleh dunia, terutama pada negara miskin dan berkembang. Prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2020 mencapai 40%, melampaui prevalensi stunting di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya stunting pada balita usia > 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian case control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara akses pelayanan kesehatan, BBLR, ASI eksklusif, dan asupan protein dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam tahun 2022. Diharapkan kepala Puskesmas Baitussalam dapat meningkatkan hubungan dengan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan rutin untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting pada anak.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dua variabel memiliki hubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam tahun 2022.Diharapkan kepada kepala Puskesmas Baitussalam Aceh Barat agar lebih meningkatkan hubungan dengan masyarakat salah satunya dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan yang rutin kepada masyarakat sehingga akan meningkatkan pengetahuan tentang terjadinya Stunting pada anak.Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kejadian stunting, serta mengkaji efektivitas intervensi yang dilakukan untuk menanggulangi masalah stunting.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk memahami lebih dalam mengenai faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif dan asupan protein yang adekuat bagi balita. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan balita dan faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting secara longitudinal. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan edukasi gizi dan peningkatan akses layanan kesehatan terpadu dapat dievaluasi untuk mengukur efektivitasnya dalam menurunkan prevalensi stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam.

Read online
File size293.4 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test