MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Perawat yang bekerja di unit perawatan intensif (ICU) memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan kualitas perawatan bagi pasien dengan kondisi kritis. Beban kerja yang tinggi, jadwal kerja yang tidak teratur, serta tuntutan tanggung jawab yang besar sering kali menyebabkan kelelahan fisik, mental, dan emosional. Hal ini berdampak tidak hanya pada kesejahteraan perawat tetapi juga pada mutu layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap beban kerja dan kelelahan perawat ICU serta mengusulkan strategi untuk mengatasi tantangan ini. Metode penelitian berupa tinjauan pustaka sistematis dengan pendekatan PRISMA, mencakup artikel yang diperoleh dari Google Scholar dan PubMed, dipublikasi antara tahun 2019 hingga 2024. Dari hasil penyaringan, delapan artikel terpilih dianalisis menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute untuk menilai kualitas dan metodologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kelelahan perawat ICU dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk rasio pasien-perawat yang tidak ideal, rotasi shift yang mengganggu, kurangnya waktu istirahat, dan tekanan psikologis. Intervensi berupa penjadwalan kerja yang lebih fleksibel, tambahan waktu istirahat antar shift, serta dukungan kesehatan mental, terbukti efektif dalam mengurangi dampak kelelahan. Kesimpulannya, diperlukan kebijakan dan dukungan manajemen yang berfokus pada keseimbangan kerja dan kehidupan perawat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka serta kualitas pelayanan di ICU.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa beban kerja yang berat dan kelelahan kerja merupakan dua masalah utama yang saling berkaitan dalam lingkungan kerja perawat, terutama di unit ICU.Artikel menyoroti pentingnya manajemen beban kerja, jadwal kerja yang fleksibel, dan dukungan psikologis untuk mengatasi tantangan ini.Dengan strategi yang tepat, stres kerja dan kelelahan kerja dapat diminimalkan, sehingga kinerja perawat dan kualitas pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan secara signifikan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak spesifik dari berbagai model penjadwalan kerja, seperti shift fleksibel atau sistem kerja yang lebih pendek, terhadap tingkat kelelahan dan kinerja perawat ICU. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam pengalaman perawat ICU dalam menghadapi beban kerja dan kelelahan, serta strategi koping yang mereka gunakan. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan program dukungan psikologis dan pelatihan manajemen stres perlu dikembangkan dan dievaluasi untuk menentukan efektivitasnya dalam mengurangi kelelahan dan meningkatkan kesejahteraan perawat ICU. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk mendukung pengembangan kebijakan dan praktik terbaik dalam pengelolaan beban kerja dan kelelahan pada perawat ICU, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan perawat secara bersamaan. Penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada pengembangan dan pengujian aplikasi atau teknologi digital yang dapat membantu perawat memantau tingkat kelelahan mereka, mengakses sumber daya dukungan, dan mengelola jadwal kerja mereka secara lebih efektif.

Read online
File size330.86 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test