MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan burnout terhadap implementasi keselamatan maternal–neonatal di fasilitas kesehatan tingkat pertama Kota Balikpapan. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kompleksitas layanan kebidanan serta tuntutan administratif yang berat, yang dapat memicu kelelahan emosional dan menurunkan kepatuhan terhadap standar keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi mencakup 320 bidan aktif di Kota Balikpapan, dengan 175 responden dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar yang mengukur beban kerja, burnout, dan pelaksanaan keselamatan maternal–neonatal. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja (β = –0,274; p < 0,01) dan burnout (β = –0,321; p < 0,01) berpengaruh negatif secara signifikan terhadap penerapan keselamatan maternal–neonatal. Bidan dengan tingkat beban kerja dan burnout yang tinggi cenderung memiliki kepatuhan lebih rendah terhadap standar operasional prosedur (SOP), pelaporan insiden, dan upaya pencegahan komplikasi. Temuan ini memperkuat model Job Demands–Resources (JD-R) yang menekankan bahwa tuntutan kerja berlebih tanpa dukungan organisasi yang memadai dapat memicu kelelahan psikologis dan menurunkan kinerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja, pencegahan burnout, serta penguatan budaya keselamatan melalui supervisi reflektif dan pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan mutu pelayanan maternal–neonatal di fasilitas kesehatan primer.

Beban kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap implementasi keselamatan maternal-neonatal di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Balikpapan.Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi beban kerja bidan, semakin rendah tingkat penerapan prosedur keselamatan ibu dan bayi, terutama dalam aspek kepatuhan terhadap SOP dan identifikasi risiko.Burnout memiliki pengaruh negatif yang lebih kuat dibandingkan beban kerja terhadap keselamatan maternal-neonatal, yang dapat menurunkan energi, konsentrasi, serta motivasi bidan untuk konsisten menerapkan prosedur keselamatan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Dinas Kesehatan dan manajemen fasilitas pelayanan primer mengoptimalkan sistem kerja bidan melalui pembagian tugas yang proporsional, rotasi kerja yang adil, dan jadwal istirahat yang teratur untuk menekan risiko kelelahan fisik maupun emosional. Selain itu, diperlukan program pencegahan burnout melalui pelatihan coping stress, mentoring sejawat, serta konseling yang mendukung keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menginvestigasi lebih dalam faktor-faktor lain yang memengaruhi keselamatan maternal-neonatal, seperti dukungan sosial dari rekan kerja dan keluarga, serta kualitas kepemimpinan di fasilitas kesehatan. Pengembangan intervensi berbasis bukti yang spesifik untuk mengurangi beban kerja dan burnout pada bidan juga perlu diupayakan, misalnya melalui penerapan teknologi informasi untuk mempermudah administrasi dan pelaporan. Terakhir, evaluasi dampak intervensi tersebut terhadap peningkatan kualitas pelayanan kebidanan dan keselamatan ibu dan bayi perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.

Read online
File size344.67 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test