POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA

Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes TasikmalayaProsiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Prevalensi hipertensi menempati urutan teratas sebagai kejadian penyakit paling banyak di Provinsi Jambi dalam 5 tahun terakhir. Biaya pengobatan dan penanganan hipertensi yang harus ditanggung masyarakat relatif tinggi. Adanya penekanan biaya dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diharapkan mengurangi beban ekonomi yang ditimbulkan. Studi ini bertujuan menganalisis perbedaan rerata biaya akibat penyakit hipertensi antara penderita yang memanfaatkan JKN dengan penderita yang mengeluarkan biaya dari kantong sendiri di Kota Jambi tahun 2022. Studi berbasis evaluasi ekonomi dengan pendekatan kuantitatif, dilakukan di Kota Jambi tahun 2022. Responden berjumlah 165 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen studi berupa angket. Pengolahan data menggunakan software statistik dengan tahap analisis statistik deskriptif dan analisis bivariat uji-T. Hasil studi bahwa terdapat perbedaan rerata biaya langsung medis (p=0,000), biaya langsung non medis (p=0,034), dan total biaya akibat penyakit hipertensi (p=0,018) antara penderita yang memanfaatkan JKN dengan penderita yang mengeluarkan biaya dari kantong sendiri. Kesimpulan studi bahwa perbedaan rerata biaya yang dikeluarkan penderita hipertensi yang memanfaatkan JKN berdampak pada penurunan beban ekonomi keluarga terutama pada komponen biaya langsung medis sebesar 97,8%.

Rata – rata total biaya akibat penyakit hipertensi di Kota Jambi Rp 148.436,- pada rentang Rp 0,- sampai Rp 1.Terdapat perbedaan signifikan rerata biaya langsung medis, biaya langsung non medis dan total biaya akibat hipertensi antara penderita hipertensi pengguna JKN dengan penderita hipertensi yang mengeluarkan biaya sendiri.Perbedaan rerata biaya yang dikeluarkan penderita hipertensi yang memanfaatkan JKN berdampak pada penurunan beban ekonomi keluarga terutama pada komponen biaya langsung medis sebesar 97,8%.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan JKN terhadap hasil kesehatan klinis pasien hipertensi, seperti kontrol tekanan darah dan komplikasi kardiovaskular, dibandingkan dengan pasien yang membayar sendiri. Selain itu, diperlukan studi biaya-efektivitas JKN dalam mengurangi pengeluaran kesehatan katastrofik pada kelompok sosial ekonomi berbeda di wilayah Jambi, untuk menilai apakah manfaat ekonomi bersifat merata. Selanjutnya, penelitian kualitatif dapat mengidentifikasi hambatan sosial, budaya, dan administratif yang menghalangi pemanfaatan JKN oleh penderita hipertensi, terutama di daerah pedesaan, sehingga kebijakan promosi dapat disesuaikan secara lebih tepat. Dengan tiga pendekatan tersebut, diharapkan kebijakan kesehatan dapat dioptimalkan untuk menurunkan beban ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi.

Read online
File size689.04 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test