POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA

Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes TasikmalayaProsiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Pemanfaatan tumbuhan sebagai alternatif pengobatan banyak ditemukan di masyarakat desa. Salah satunya Desa Pagersari yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Sebagian besar mata pencaharian penduduk di sana merupakan petani. Salah satu tanaman yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah pegagan yang banyak tumbuh di Desa Pagersari. Pegagan ini dapat dijadikan masker yang dapat digunakan kapan saja sebagai penunjang kecantikan dan kesehatan kulit. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mengenalkan cara pemasaran produk masker pegagan pada masyarakat Desa Pagersari. Metode dari program pengabdian masyarakat ini adalah pembinaan Masyarakat Desa Pagersari melalui penyuluhan dan praktik pembuatan masker pegagan. Selain itu, kelompok ibu rumah tangga ini akan dibekali tentang bagaimana cara komersialisasi produk melalui media sosial, manajemen pemasaran produk, dan pendampingan dalam pemasaran produknya. Program pengabdian ini dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2022 di Madrasah Al-Khoeriyyah Kampung Pamipiran, Desa pagersari, Kabupaten Tasikmalaya yang diikuti oleh 20 peserta yang merupakan ibu rumah tangga serta petani di Desa Pagersari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh dosen anggota kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa, serta kepala Desa Pagersari.

Masyarakat Desa Pagersari dapat memahami dan melakukan praktik pembuatan masker pegagan untuk dijadikan produk P-IRT sehingga tanaman pegagan di sekitar tempat tinggal mereka dapat menjadi sumber wirausaha dan meningkatkan nilai manfaat dari tanaman pegagan dengan penjualannya secara e-commerce melalui sosial media.Berdasarkan hasil kuesioner, peserta kegiatan pengabdian ini mayoritas merasa antusias dan dapat memahami serta puas dengan materi yang diberikan baik dari segi materi, suasana, fasilitas, dan pembicara saat kegiatan berlangsung.

Berdasarkan latar belakang mengenai keterbatasan pengetahuan warga dalam berwirausaha, serta hasil dan pembahasan mengenai potensi tanaman pegagan, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas masker pegagan terhadap berbagai jenis kulit, termasuk analisis kandungan senyawa aktif yang berperan dalam manfaat tersebut. Kedua, penelitian mengenai pengembangan model bisnis yang berkelanjutan untuk produk masker pegagan, termasuk strategi pemasaran digital yang lebih efektif dan adaptif terhadap perubahan tren pasar. Ketiga, penelitian kualitatif mengenai dampak sosial-ekonomi dari program pemberdayaan masyarakat melalui produksi masker pegagan, termasuk peningkatan pendapatan, kesejahteraan, dan kemandirian ekonomi warga Desa Pagersari. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan produk herbal lokal, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi di wilayah pedesaan.

  1. Pendampingan Kelompok Siswa Remedial Melalui Klinik Cerdas Diagnostik Berbasis Collaborative Learning... ojs.unm.ac.id/pubpend/article/view/11013Pendampingan Kelompok Siswa Remedial Melalui Klinik Cerdas Diagnostik Berbasis Collaborative Learning ojs unm ac pubpend article view 11013
  2. Implementasi Metode Prototype dalam Membangun Sistem Informasi Penjualan Online pada Toko Herbal Pahlawan... doi.org/10.52435/jaiit.v3i1.88Implementasi Metode Prototype dalam Membangun Sistem Informasi Penjualan Online pada Toko Herbal Pahlawan doi 10 52435 jaiit v3i1 88
  3. Peran Serta Asosiasi Pengajar Hukum Ketenagakerjaan Mewujudkan Model Masyarakat Hubungan Industrial yang... doi.org/10.37695/pkmcsr.v2i0.465Peran Serta Asosiasi Pengajar Hukum Ketenagakerjaan Mewujudkan Model Masyarakat Hubungan Industrial yang doi 10 37695 pkmcsr v2i0 465
Read online
File size870.24 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test