POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA
Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes TasikmalayaProsiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes TasikmalayaLatar Belakang Masalah : Salah satu faktor yang menentukan derajat kesehatan masyarakat selama ini lebih kepada pelayanan kesehatan, padahal meningkatnya derajat kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku (Kemenkes, 2016). Program Kemenkes salah satu untuk PTM antara lain dilaksanakan promosi kesehatan dengan program PATUH bagi yang sudah menyandang PTM agar mereka rajin kontrol dan minum obat. Gaya hidup merupakan faktor resiko yang dapat dikontrol, dan untuk membiasakan penderita hipertensi dengan gaya hidup yang sehat ini perlu adanya suatu pengetahuan sebagai dasar yang kuat untuk melaksanakan gaya hidup sehat. Salah satu cara untuk menanamkan pengetahuan ini dengan suatu penyuluhan kesehatan yang memerlukan beragai modifikasi agar menarik dan mengingatkan untuk praktek sehari-hari tentang isi pesan, antara lain dengan media miniaturePATUH. Rumusan masalah dalam pengabdian masyarakat ini adalah media miniature “PATUH sebagai pengingat untuk praktek gaya hidup sehat penderita hipertensi di masa era new normal pandemic covid-19. Tujuan kegiatan pengabmas ini adalah keluarga sadar dan memahami serta menerapkan perilaku gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari - hari secara berkelanjutan dan tercapai tekanan darah yang stabil. Metode yang digunakan dengan dengan penyuluhan kesehatan denga media miniature “PATUH, yang sebelumnya dilakukan pemberian materi dan contoh langsung menerapkan gaya hidup sehat dengan kesepakatan di buat jadwal bersama dalam kehidupan sehari-hari yang akan tertanam dalam perilaku sehari-hari, selanjutnya untuk membuat media miniature untuk di pasang di ruangan penderita hipertensi. Praktek gaya hidup tersebut dimonitor oleh anggota keluarga dan kader kesehatan setempat dengan jadwal yang sudah disusun. Hasil : 25 keluarga dari 30 keluarga yang salah satu anggota keluarga menderita hipertensi menjawab “ ya “ untuk pernyataan dalam Kepatuhan Gaya Hidup Sehat, namun dalam perilaku sehari-harinya untuk program “PATUH masih belum dialksanakan secara maksimal, karena kurang mengetahui dan kurang informasi tentang perawatan /gaya hidup penderita hipertensi. Media miniature yang dipajang di rumahnya setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan bimbingan serta pendampingan telah menjadikann media pengingat bagi keluarga dengan hipertensi.
Sebagian besar penderita tidak menyadari menderita hipertensi dan tidak melakukan program “PATUH karena tidak mengerti, dianggap sebagai pusing biasa karena banyak pikiran/stress.Komplikasi lanjut tentang hipertensi dan diet untuk hipertensi serta pola hidup sehat penderita hipertensi masih belum dilakuakan semaksimal mungkin.Oleh karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan kepada keluarga dengan hipertensi untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan program “PATUH.
Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai jenis media pengingat, termasuk media digital, dalam meningkatkan kepatuhan terhadap program PATUH pada penderita hipertensi. Penelitian ini dapat mengidentifikasi media yang paling menarik dan mudah diakses oleh kelompok sasaran. Kedua, penting untuk mengembangkan intervensi yang lebih personal dan disesuaikan dengan kebutuhan individu penderita hipertensi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, dan dukungan sosial. Intervensi ini dapat berupa konseling individual, kelompok diskusi, atau pelatihan keterampilan manajemen stres. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model pemberdayaan masyarakat yang melibatkan kader kesehatan, keluarga, dan komunitas dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Model ini dapat mencakup pelatihan kader kesehatan, pembentukan kelompok dukungan sebaya, dan penyediaan akses ke informasi dan sumber daya kesehatan yang relevan. Dengan demikian, upaya pengendalian hipertensi dapat menjadi lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat.
| File size | 487.22 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Pada konsentrasi sodium alginat 2% dan kalsium klorida 1% berpengaruh dalam memperlambat penurunan mutu buah pir selama penyimpanan. Berdasarkan hasilPada konsentrasi sodium alginat 2% dan kalsium klorida 1% berpengaruh dalam memperlambat penurunan mutu buah pir selama penyimpanan. Berdasarkan hasil
MEDIAZAYNAMEDIAZAYNA Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Indonesia 2023 oleh Kementerian Kesehatan, penyakit tidak menular, termasuk penyakit degeneratif, menyumbang proporsiBerdasarkan data dari Profil Kesehatan Indonesia 2023 oleh Kementerian Kesehatan, penyakit tidak menular, termasuk penyakit degeneratif, menyumbang proporsi
IKIPWIDYADARMASURABAYAIKIPWIDYADARMASURABAYA Semakin berkualitas pengalaman internship yang diperoleh mahasiswa, semakin kuat kemampuan mereka dalam mengelola tekanan, beradaptasi dengan tuntutanSemakin berkualitas pengalaman internship yang diperoleh mahasiswa, semakin kuat kemampuan mereka dalam mengelola tekanan, beradaptasi dengan tuntutan
DINAMIKADINAMIKA Rata-rata skor posttest meningkat dan variasi antar peserta menjadi lebih konsisten, mencerminkan keberhasilan program dalam memberikan dampak yang merata.Rata-rata skor posttest meningkat dan variasi antar peserta menjadi lebih konsisten, mencerminkan keberhasilan program dalam memberikan dampak yang merata.
STIPASSTIPAS Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi dan ketahanan dosen dalam menyelenggarakan pembelajaran digital. MetodePenelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi dan ketahanan dosen dalam menyelenggarakan pembelajaran digital. Metode
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 241 responden yang diambil menggunakan metode consecutivePenelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 241 responden yang diambil menggunakan metode consecutive
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Hal ini akan berakibat meningkatnya resiko terjadi berbagai komplikasi bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui di puskesmas Pijorkoling.Hal ini akan berakibat meningkatnya resiko terjadi berbagai komplikasi bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui di puskesmas Pijorkoling.
ITDAITDA Subjek penelitian ini adalah laki-laki dan perempuan yang sudah menikah dengan umur 21-60 tahun yang berdomisili di Provinsi Yogyakarta. Penelitian iniSubjek penelitian ini adalah laki-laki dan perempuan yang sudah menikah dengan umur 21-60 tahun yang berdomisili di Provinsi Yogyakarta. Penelitian ini
Useful /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Faktor-faktor seperti jumlah sapi perah, jumlah tenaga kerja, jumlah pakan, dan penggunaan teknologi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadapFaktor-faktor seperti jumlah sapi perah, jumlah tenaga kerja, jumlah pakan, dan penggunaan teknologi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu pengeringan pada 50℃, 60℃, dan 70℃ memberikan pengaruh nyata terhadap nilai viskositas pada kecepatanHasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu pengeringan pada 50℃, 60℃, dan 70℃ memberikan pengaruh nyata terhadap nilai viskositas pada kecepatan
STIPASSTIPAS Fakta menunjukkan bahwa sejumlah kabupaten mengalami kekurangan guru, sementara di daerah lain justru terjadi kelebihan. Penelitian ini mengungkapkan kompleksitasFakta menunjukkan bahwa sejumlah kabupaten mengalami kekurangan guru, sementara di daerah lain justru terjadi kelebihan. Penelitian ini mengungkapkan kompleksitas
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Pendidikan formal dapat mempengaruhi cara berpikir dalam perencanaan dan pengambilan keputusan dalam menjalankan usaha, serta pelatihan non-formal dapatPendidikan formal dapat mempengaruhi cara berpikir dalam perencanaan dan pengambilan keputusan dalam menjalankan usaha, serta pelatihan non-formal dapat