UNIMUSUNIMUS

Jurnal Pengabdian Masyarakat KebidananJurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Pemerintah mencanangkan sebuah program untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, yaitu program Keluarga Berencana (KB). Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia serta tingginya angka kematian ibu dan kebutuhan kesehatan reproduksi, program KB digunakan sebagai salah satu cara untuk menekan pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Dengan program ini, laju pertumbuhan penduduk pada periode 2010-2035 diprediksi akan mengalami penurunan menjadi 0,62% (Bappenas 2017). Pelayanan KB pasca persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat/obat kontrasepsi segera setelah persalinan dikerjakan dalam 10 menit setelah keluarnya plasenta sampai jangka waktu 42 hari setelah melahirkan yang tujuannya mengatur jarak kelahiran, jarak kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, salah satu jenis metode pasca persalinan adalah IUD Post Placenta yang keuntungannya dapat meningkatkan capaian peserta KB baru MKJP, menurunkan angka Unmet need, meningkatkan contraceptive prevalence Rate (Kemenkes RI, 2020). Tujuan Memberikan edukasi tentang KB pasca persalinan di Kelurahan Srondol Kota Semarang. Metode yang digunakan dengan action research dan Pemberian edukasi, terhadap suami sebagai dukungan KB pasca Salin di kelurahan Srondol Kota Semarang. Hasil kegiatan ini adalah Masyarakat dapat mengetahui pentingnya dukungan suami atau keluarga untuk mewujudkan keberhasilan program KB, sehingga dapat ikut serta mensukseskan program pemerintahan dan meminimalisi kejadian kehamilan yang tidak diinginkan. Kesimpulan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan suami sebagai dukungan KB pasca Salin di kelurahan Srondol Kota Semarang.

Kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan suami terhadap KB pasca salin di Kelurahan Srondol Semarang.Pengetahuan yang meningkat turut mendorong peningkatan dukungan suami terhadap penggunaan KB pasca salin oleh istri.Dengan keterlibatan suami, diharapkan program KB pasca salin dapat lebih berhasil dan kehamilan tidak diinginkan dapat diminimalkan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas edukasi suami melalui pendekatan kelompok diskusi dibandingkan dengan konseling individu dalam meningkatkan penggunaan KB pasca salin, untuk mengetahui metode yang paling tepat dalam konteks masyarakat urban. Kedua, penting untuk mengeksplorasi persepsi suami dan istri terhadap peran laki-laki dalam program KB pasca salin melalui studi kualitatif mendalam, guna memahami hambatan budaya atau sosial yang masih ada meskipun telah diberikan edukasi. Ketiga, diperlukan penelitian lanjutan yang menguji dampak jangka panjang dari edukasi suami terhadap kelangsungan penggunaan kontrasepsi pasca salin, termasuk apakah pengetahuan yang diperoleh tetap dipertahankan dan diterapkan setelah satu tahun atau lebih setelah intervensi, sehingga dapat diketahui keberlanjutan dari perubahan perilaku tersebut. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperdalam pemahaman tentang mekanisme perubahan perilaku, konteks sosial yang memengaruhi keterlibatan suami, serta keberlanjutan dampak edukasi dalam konteks keluarga dan komunitas.

Read online
File size354.22 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test