UNIMUSUNIMUS

Jurnal Pengabdian Masyarakat KebidananJurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Anak usia prasekolah berusia antara 3 sampai 6 tahun. Anak akan mengalami perkembangan psikososial dan kognitif. Perkembangan anak usia prasekolah yang perlu mendapat perhatian adalah perkembangan sosial emosional, yaitu perkembangan dalam membentuk hubungan sosial dan emosional anak. Anak usia prasekolah rentan mengalami berbagai gangguan perkembangan sosial emosional seperti depresi, hiperaktif, dan perilaku menantang. Dalam tahun terakhir, gangguan mental emosi menjadi sorotan dan perhatian utama. Angka kejadian kelainan ini adalah sekitar 3-10%, di Amerika Serikat sekitar 3-7%, sedangkan di Jerman, Kanada, dan Selandia Baru sekitar 5-10%. Di Indonesia, angka kejadiannya belum pasti, meskipun kelainan ini cukup banyak terjadi. Terkadang, seorang anak hanya dianggap nakal, sehingga seringkali tidak ditangani secara benar, seperti dengan kekerasan yang dilakukan oleh orangtua dan guru akibat dari kurangnya pengertian dan pemahaman tentang Masalah Mental Emosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan perkembangan emosi anak prasekolah. Nilai pre-test menunjukkan bahwa siswa PAUD dengan hasil sesuai sejumlah 11 orang (61,1%) dan meragukan 7 orang (38,9%). Setelah dilaksanakan kegiatan pop-up book sebagai media edukasi, nilai post-test menunjukkan peningkatan, yaitu hasil sesuai sejumlah 14 orang (77,8%) dan meragukan 4 orang (22,2%). Penggunaan buku pop-up ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan mental anak usia dini. Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi guru dan orangtua dalam menyiapkan media pembelajaran yang menarik dan efektif untuk anak.

Simpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah orang tua perlu meningkatkan pengetahuan tentang validasi emosi anak pra sekolah sehingga memiliki kesehatan mental yang seimbang.Hasil kegiatan ini akan diserahkan kepada PAUD Aisyiyah Purin Kendal sebagai bahan pertimbangan untuk program peningkatan kesehatan mental anak pra sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat fokus pada pengembangan media pembelajaran yang menarik dan efektif untuk anak prasekolah, khususnya dalam meningkatkan kesehatan mental mereka. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran orang tua dalam validasi emosi anak pra sekolah dan bagaimana mereka dapat mendukung perkembangan emosional anak. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari penggunaan media edukasi seperti pop-up book terhadap kesehatan mental anak prasekolah dan bagaimana media tersebut dapat membantu dalam mencegah atau menangani gangguan perkembangan sosial emosional.

  1. PERANCANGAN BUKU POP-UP TENTANG MEDITASI SEBAGAI MEDIA EDUKASI UNTUK ANAK TINGKAT PAUD DAN TK DI SEKOLAH... jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/viswadesign/article/view/1917PERANCANGAN BUKU POP UP TENTANG MEDITASI SEBAGAI MEDIA EDUKASI UNTUK ANAK TINGKAT PAUD DAN TK DI SEKOLAH jurnal2 isi dps ac index php viswadesign article view 1917
Read online
File size199.3 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test