UNIMUSUNIMUS

Jurnal Pengabdian Masyarakat KebidananJurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Kesehatan reproduksi adalah aspek penting dalam kesehatan umum, terutama bagi wanita usia subur (WUS) yang bekerja di sektor industri, seperti UKM garmen. Lingkungan kerja yang menuntut, kurangnya edukasi kesehatan, serta akses terbatas ke layanan kesehatan reproduksi merupakan tantangan yang signifikan bagi wanita pekerja. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan reproduksi bagi WUS melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran WUS tentang kesehatan reproduksi melalui sesi edukasi rutin, menyediakan layanan kesehatan reproduksi yang mudah diakses di UKM garmen, mengembangkan program jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dan kesejahteraan wanita pekerja. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan karyawan dan manajemen UKM garmen. Kegiatan yang dilakukan meliputi sesi edukasi dan penyuluhan rutin tentang kesehatan reproduksi, metode kontrasepsi, dan pentingnya pemeriksaan rutin, penyediaan layanan kesehatan reproduksi, termasuk pemeriksaan rutin dan konseling di lokasi kerja. Penyebaran informasi melalui poster dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi. Pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan di UKM Garmen yang berlokasi di Pucangading Batursari, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Semarang Jawa Tengah dengan memberikan edukasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi dengan sasaran karyawan wanita usia subur yang berjumlah 21 orang.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui pemaparan dan pelayanan kesehatan reproduksi bagi karyawati, yang diikuti oleh 30 peserta.Edukasi dan pelayanan langsung di tempat kerja terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan reproduksi wanita usia subur di UKM Garmen.Kolaborasi antara institusi pendidikan, tempat kerja, dan lembaga kesehatan sangat penting untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas wanita pekerja.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari edukasi dan pelayanan kesehatan reproduksi terhadap kualitas hidup dan produktivitas wanita usia subur di sektor industri kecil, dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi selama minimal satu tahun. Kedua, perlu dikaji efektivitas model layanan kesehatan reproduksi berbasis tempat kerja yang diterapkan di UKM lain dengan karakteristik berbeda, seperti jumlah karyawan, tingkat pendidikan, dan akses teknologi, untuk mengetahui apakah model ini dapat direplikasi secara luas. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi persepsi dan hambatan budaya yang masih dialami wanita pekerja terkait kesehatan reproduksi melalui studi kualitatif mendalam, sehingga intervensi yang dirancang lebih sensitif terhadap norma sosial dan kebutuhan spesifik kelompok sasaran. Penelitian-penelitian ini akan memperkuat basis bukti untuk kebijakan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan bagi wanita pekerja di sektor informal dan UMKM. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, hasilnya dapat memberikan gambaran komprehensif tentang keberlanjutan dan skalabilitas program. Selain itu, penelitian bisa melibatkan analisis biaya-manfaat untuk meyakinkan pihak manajemen perusahaan agar mendukung program serupa secara mandiri. Fokus pada faktor struktural seperti jam kerja, beban kerja, dan dukungan sosial di tempat kerja juga perlu diteliti lebih lanjut. Dengan demikian, program tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif dan sistemik. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan modul edukasi yang adaptif dan berkelanjutan. Akhirnya, integrasi program kesehatan reproduksi ke dalam program kesejahteraan karyawan secara formal perlu dieksplorasi sebagai bentuk komitmen institusional.

Read online
File size100.37 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test