YARSIYARSI

Junior Medical JournalJunior Medical Journal

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam remaja, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki pendekatan unik dalam mendidik remaja. Banyak faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi, termasuk pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi pada santri remaja di Pondok Pesantren Daar El‑Qolam 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross‑sectional. Sampel terdiri dari 82 santri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait kesehatan reproduksi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi‑Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi (48,8%) dan sikap yang positif (95,1%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi (p = 0,004), serta sikap dan perilaku kesehatan reproduksi (p = 0,003). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap positif berpengaruh signifikan terhadap perilaku kesehatan reproduksi santri remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lebih lanjut di pondok pesantren untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan reproduksi yang sesuai dengan ajaran Islam.

Penelitian berhasil menunjukkan bahwa pengetahuan yang lebih baik dan sikap yang positif secara signifikan berkaitan dengan perilaku kesehatan reproduksi yang lebih baik pada santri remaja.Mayoritas santri memiliki pengetahuan baik (48,8 %) dan sikap positif (95,1 %), namun 32,9 % masih belum sepenuhnya mengadopsi praktik preventif konsisten.Oleh karena itu, diperlukan program edukasi kesehatan reproduksi yang lebih intensif dan terintegrasi nilai agama di pesantren.

Penelitian selanjutnya dapat memvalidasi efektivitas modul pembelajaran kesehatan reproduksi berbasis nilai agama melalui uji coba eksperimental di beberapa pondok pesantren. Selanjutnya, studi kualitatif perlu mengeksplorasi pengaruh rekan sebaya dan media sosial terhadap perilaku kesehatan reproduksi santri, sehingga dapat dirancang intervensi yang lebih serupa. Lebih lanjut, penelitian longitudinal dapat menelusuri dampak jangka panjang dari program edukasi tersebut terhadap tindakan preventif dan tingkat kejadian masalah kesehatan reproduksi pada santri remaja.

Read online
File size216.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test