YARSIYARSI

Junior Medical JournalJunior Medical Journal

Neuropati diabetik adalah komplikasi umum pada pasien diabetes melitus yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya neuropati, termasuk durasi diabetes, kontrol hemoglobin A1c (HbA1c), dan usia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan neuropati diabetik berdasarkan usia, jenis kelamin, kontrol HbA1c, dan durasi diabetes pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X di Jakarta Pusat, serta meninjau dari perspektif Islam. Penelitian ini adalah studi deskriptif-analisis dengan desain cross-sectional. Data yang dikumpulkan mencakup usia, jenis kelamin, durasi diabetes, dan kadar hemoglobin A1c (HbA1c). Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari catatan medis pasien diabetes melitus di klinik penyakit dalam Rumah Sakit X di Jakarta Pusat dan diproses menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi neuropati pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X di Jakarta Pusat adalah 1,68%, dan prevalensi neuropati diabetik dari kasus neuropati adalah 26,4%. Neuropati terjadi paling sering pada pasien perempuan berusia 45-64 tahun, dengan kadar HbA1c tidak terkontrol (>6,5%) dan durasi diabetes kurang dari 2 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi neuropati pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat adalah 1,68% dan prevalensi neuropati diabetik dari kejadian neuropati adalah 26,4%.Umur penderita umumnya di atas 45 tahun.Sebagian besar penderita (78,57%) tidak terkontrol dan lama (durasi) pasien menderita DM yang mengalami neuropati diabetik adalah < 2 tahun dan > 5 tahun.Pada penelitian ini didapatkan bahwa usia dan jenis kelamin tidak berhubungan dengan kadar HbA1c.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus. Kedua, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi timbulnya neuropati diabetik, seperti gaya hidup dan faktor genetik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif dalam mencegah dan mengelola neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus, dengan mempertimbangkan faktor-faktor risiko yang telah diidentifikasi dalam penelitian ini.

Read online
File size256.83 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test