USKUSK

Cakradonya Dental JournalCakradonya Dental Journal

Infeksi submandibula umumnya berasal dari gigi molar pertama dan kedua rahang bawah dari penyebaran infeksi dari ruang sublingual dan submental. Gejala abses submandibula ditandai dengan rasa nyeri dan terjadi pembengkakan pada bagian pipi hingga leher bagian dalam yang terjadi infeksi. Infeksi yang terjadi pada spasia submandibula dapat bersumber dari infeksi gigi yang meluas menuju dasar mulut, faring, dan kelenjar limfe submandibula. Pasien perempuan berusia 49 tahun datang ke RSUD Sultan fatah Demak dengan gejala klinis mengarah pada abses submandibula, dimana terdapat keluhan pipi sebelah kiri bengkak hingga leher, gigi sisa akar sering sakit dan sudah goyang, dan sesak napas. Pemeriksaan radiologi yang dilakukan pada pasien menunjukan kesan abses submandibula sinistra. Pemeriksaan laboratorium didapatkan HbsAg positif. Adanya komorbid hepatitis B yang dapat memperburuk kondisi sistem kekebalan tubuh. Protokol perawatan abses dan pengendalian infeksi dengan menerapkan prosedur sterilisasi yang tepat dan proteksi diri harus diikuti untuk mengurangi risiko dan penularan infeksi.

Pasien pada kasus ini terkonfirmasi hepatitis dengan hasil pemeriksaan HbsAg menunjukan hasil positif.Hepatitis B menjadi perhatian utama dokter gigi karena merupakan salah satu penyakit menular, sehingga setiap pasien dengan riwayat hepatitis harus dirawat untuk masalah darurat gigi saja.Protokol pengendalian infeksi dan sterilisasi yang tepat harus diikuti untuk mengurangi risiko infeksi.Penatalaksanaan pada kasus ini diharapkan akan memberikan kesembuhan kepada pasien tersebut.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam mengenai hubungan antara infeksi odontogenik dan hepatitis B, serta dampak komorbiditas ini terhadap penanganan dan hasil pengobatan abses submandibula. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan protokol perawatan abses submandibula yang lebih efektif dan aman bagi pasien dengan komorbiditas hepatitis B, termasuk penggunaan antibiotik yang tepat dan strategi pengendalian infeksi yang optimal. Terakhir, studi prospektif dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan prosedur insisi dan drainase abses submandibula pada pasien dengan hepatitis B, serta memantau hasil jangka panjangnya.

Read online
File size830.97 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test