USKUSK

Cakradonya Dental JournalCakradonya Dental Journal

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakterisasi bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp) menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red. Menganalisis bentuk porositas dari bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp) dengan SEM (Scanning Electron Microscopy) dan melihat prosentase porositas dari bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp) dengan menggunakan uji porositas. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Metode analisis data menggunakan FITR, dan uji porositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp) menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red) dijelaskan bahwa pola FTIR hidroksiapatit gipsum Puger (HAGP) dan gabungan pola FTIR HAGP dengan Alginat nampak ada kemiripan pola FTIR HAGP. Bentuk porositas dari bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp).

Berdasarkan hasil uji bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa Scaffold HAGP–Gelatin-Alginat rumput laut coklat (sargassum sp) menggunakan metode Freeze Drying pada variasi suhu pembekuan menghasilkan karakteristik morfologi dan porositas yang berbeda-beda.Scaffold HAGP – Gelatin-Alginat pada suhu pembekuan -60oC menghasilkan diameter pori yang lebih besar daripada Scaffold HAGP –Gelatin-Alginat pada suhu pembekuan -10oC.HAGP Gelatin- Alginat pada suhu 100C memiliki hasil porositas lebih besar dibandingkan pada HAGP Gelatin- Alginat pada suhu suhu 60oC.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh variasi konsentrasi alginat terhadap porositas serta kekuatan mekanik scaffold HAGP‑Gelatin‑Alginat untuk menentukan rasio optimal yang memberikan keseimbangan antara struktur berpori dan kestabilan mekanik. Selain itu, studi dapat meneliti penambahan crosslinker biologis seperti glutaraldehid atau genipin untuk meningkatkan integritas mekanik serta memperlambat laju degradasi biodegradasi pada kondisi in vitro, sehingga meningkatkan kegunaan klinis scaffold. Selanjutnya, uji in vivo pada model hewan kecil, misalnya tikus, dapat dilakukan untuk menilai efektivitas scaffold dalam mempercepat regenerasi tulang dan menilai reaksi jaringan lunak serta potensial imunogeniknya. Penelitian-penelitian ini akan memberikan wawasan komprehensif mengenai parameter optimal dan keamanan penggunaan scaffold berbasis HAGP‑Alginat dalam aplikasi rekayasa jaringan tulang.

Read online
File size531.68 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test