USKUSK

Cakradonya Dental JournalCakradonya Dental Journal

Kebanyakan infeksi virus dapat memiliki manifestasi di rongga mulut dengan tampilan klinis yang menyerupai satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengetahuan dan sikap mahasiswa profesi dokter gigi dalam mengenali infeksi virus. Penelitian dilakukan secara cross sectional terhadap 205 mahasiswa profesi kedokteran gigi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2022. Kuesioner terdiri dari data demografi, etiologi infeksi virus, manifestasi rongga mulut, foto klinis lesi, dan sikap terhadap infeksi kontrol. Hasil menunjukkan responden penelitian 24,9% laki-laki dan 75,1% perempuan. Hampir keseluruhan responden mengetahui etiologi herpes labialis (92,7%), 51,7% tidak tahu mengenai etiologi dari herpangina dan hand‑foot and mouth disease. Namun, responden tidak mengetahui dengan benar mengenai foto klinis infeksi virus di rongga mulut, stomatitis aphthous recurrent mayor (52,7%), oral hairy leukoplakia (52,7%), dan pseudomembranous candidiasis (62,4%) bukan merupakan infeksi virus. Status proteksi diri terhadap infeksi virus dilihat dari status vaksinasi, 37,6% responden belum mendapatkan vaksin Covid‑19 dan 33,7% belum vaksin hepatitis. Kebanyakan dari responden sudah menerapkan prinsip universal precaution ketika menangani pasien. Kesimpulan: Level pengetahuan responden dalam mengenali etiologi dan manifestasi rongga mulut terkait infeksi virus sudah baik, akan tetapi kemampuan mengenali foto klinis masih rendah. Perlindungan diri masih rendah jika dilihat dari status vaksinasi, dan sikap terhadap proteksi diri juga sudah baik. Mahasiswa profesi harus mempelajari lebih dalam mengenai infeksi virus yang bermanifestasi di rongga mulut.

Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran gigi mengenai etiologi infeksi virus yang bermanifestasi di rongga mulut tergolong baik, namun kemampuan mengidentifikasi foto klinis infeksi virus masih rendah.Sikap mahasiswa terhadap kontrol infeksi sudah sangat baik, namun perlindungan diri melalui status vaksinasi masih kurang.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas modul pembelajaran berbasis gambar klinis untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengenali foto klinis infeksi virus di rongga mulut; selanjutnya, studi longitudinal dapat meneliti perubahan pengetahuan dan sikap mahasiswa setelah intervensi edukasi tambahan serta program vaksinasi yang terintegrasi dalam kurikulum, guna mengukur dampak jangka panjang pada perilaku proteksi diri; terakhir, penelitian kualitatif dapat menggali hambatan dan motivasi mahasiswa dalam mengadopsi prinsip universal precaution serta vaksinasi, sehingga dapat dikembangkan strategi implementasi yang lebih tepat sasaran dalam konteks pendidikan kedokteran gigi.

Read online
File size718.02 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test