USKUSK

Cakradonya Dental JournalCakradonya Dental Journal

Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan layanan kesehatan yang bermutu. Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), rumah sakit harus mengutamakan penyediaan layanan yang bermutu tinggi daripada perolehan laba. Perhitungan biaya yang akurat untuk setiap unit layanan, yang dikenal sebagai unit cost, sangat penting untuk perencanaan keuangan dan penetapan biaya layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan unit cost perawatan saluran akar di klinik spesialis Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jember, memastikan harga yang wajar dengan mempertimbangkan keberlanjutan, pengembangan masyarakat, dan keterjangkauan. Penelitian ini menggunakan kombinasi pengumpulan data primer dan sekunder, termasuk catatan keuangan dan observasi semua aktivitas selama perawatan saluran akar. Activity-Based Costing (ABC) digunakan untuk memberikan rincian biaya yang rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total per pasien adalah Rp 272.798, dengan penyesuaian untuk harga optimal yang menggabungkan margin keuntungan 10%, menghasilkan tarif sebesar Rp 300.077,-. Pendekatan ini mendukung manajemen sumber daya yang efisien dan pengambilan keputusan yang tepat untuk peningkatan layanan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total biaya yang dapat ditanggung pasien sebelum ditambahkan margin adalah Rp 272.Penggunaan bahan habis pakai sangat mempengaruhi biaya ini.Biaya penyusutan juga harus dihitung karena merupakan bagian dari tarif yang menunjukkan biaya operasional yang sebenarnya.Penerapan metode ABC memungkinkan rumah sakit menetapkan tarif layanan secara lebih akurat, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, serta mendukung pengambilan keputusan strategis yang berkontribusi pada daya saing dan berkelanjutan keuangan rumah sakit.

Untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, rekomendasi penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan ABC guna menghitung tarif layanan tambahan di RSGM, seperti bidang prosthodontik atau periodontik. Evaluasi biaya variabel, khususnya BMHP, harus dilakukan secara berkala untuk menjaga transparansi dan meningkatkan efisiensi. Selain itu, monitoring biaya tetap, seperti perawatan gedung, perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan layanan. Dengan demikian, rumah sakit dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saingnya dalam memberikan perawatan kesehatan yang optimal.

Read online
File size772.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test