USKUSK

Cakradonya Dental JournalCakradonya Dental Journal

Pengembangan bahan restoratif menghadirkan komposit resin universal single-shade yang diklaim cocok untuk semua warna gigi. Selain aspek estetika, komposit resin harus memiliki sifat mekanik yang baik. Faktor suhu memengaruhi polimerisasi, yang akan berdampak pada kekuatan tekan. Tujuan penelitian ini untuk menginvestigasi efek preheating terhadap kekuatan tekan dari komposit resin universal single-shade. Komposit resin universal single-shade digunakan untuk membuat spesimen silinder dengan diameter 4 mm dan ketebalan 6 mm, dibagi menjadi dua kelompok: dengan dan tanpa preheating (n=9). Spesimen kelompok preheating disiapkan dengan memanaskan komposit resin dalam perangkat pemanas pada suhu 60°C selama 15 menit, kemudian ditempatkan dalam cetakan dan diradiasi menggunakan light curing unit dengan intensitas 2300 mW/cm³ selama 6 detik, lalu dipoles menggunakan alat poles komposit. Kekuatan tekan diuji menggunakan universal testing machine. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kekuatan tekan secara signifikan lebih tinggi pada kelompok preheating dibandingkan dengan kelompok tanpa preheating (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah preheating dapat meningkatkan kekuatan tekan dari komposit resin universal single-shade.

Preheating komposit resin universal single-shade pada suhu 60°C secara signifikan meningkatkan kekuatan tekan.Penelitian ini dilakukan secara in vitro, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mensimulasikan kondisi klinis pada rongga mulut.Oleh karena itu, studi selanjutnya harus mengevaluasi efek preheating terhadap sifat mekanik komposit dalam lingkungan klinis.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi pengaruh variasi suhu preheating (misalnya 40°C, 50°C, dan 60°C) terhadap kekuatan tekan serta sifat mekanik lainnya pada komposit resin dalam kondisi yang meniru lingkungan klinis mulut, sehingga dapat menentukan suhu optimal yang memberikan manfaat terbesar tanpa menimbulkan risiko. Selanjutnya, penting untuk mengkaji dampak preheating terhadap suhu pulpa dan potensi iritasi pulpa pada pasien dengan melakukan uji klinis in vivo, karena suhu tinggi dapat mempengaruhi kesehatan jaringan hidup di dalam gigi. Selain itu, penelitian lanjutan dapat meneliti stabilitas warna dan perubahan sifat mekanik setelah siklus preheating berulang pada komposit resin selama perawatan klinis, untuk memastikan bahwa praktik preheating tidak mengurangi estetika atau ketahanan jangka panjang material restoratif.

Read online
File size801.41 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test