UMSUMS

Media Mesin: Majalah Teknik MesinMedia Mesin: Majalah Teknik Mesin

Industri pengecoran logam menghadapi permasalahan global terkait pengelolaan limbah debu greensand yang mengandung silika dan clay dari bentonit serta pasir silika, yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis pengaruh pemanfaatan debu greensand terhadap karakteristik cetakan greensand berbahan return sand. Selain itu, penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi persentase penggunaan debu yang optimal untuk mencapai nilai green compression strength (GCS) yang paling tinggi. Studi ini menguji variasi penggunaan debu sebesar 0%, 15%, 30%, dan 45% relatif terhadap berat bentonit. Bila dihitung berdasarkan berat pasir, proporsi ini menjadi 0%, 0,09%, 0,18%, dan 0,27%. Pasir cetak tersebut menjalani beberapa pengujian compactibility, moisture, permeability, Grain Fineness Number (GFN), Green Compression Strength (GCS), Dry Compression Strength (DCS), Wet Tensile Strength (WTS), active clay, Volatile Combustible Material (VCM), dan Loss on Ignition (LOI). Penggunaan debu dari cetakan greensand di sektor pengecoran logam menunjukkan bahwa debu ini dapat menggantikan bentonit secara efektif. Formulasi ideal untuk pasir cetak meliputi 100% pasir return sand, 0,42% bentonit, 0,18% debu, dan 2,9% air. Secara khusus, kombinasi pengikat yang paling efisien terdiri dari 70% bentonit dan 30% debu. Campuran khusus ini mencapai GCS tertinggi sebesar 13,4 N/cm². Nilai GCS yang lebih besar menandakan bahwa pasir cetak memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menahan tekanan dari logam cair selama proses penuangan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan debu greensand dapat menjadi solusi alternatif untuk mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi dalam proses pengecoran logam.Formulasi pasir cetak yang optimal terdiri dari 100% pasir return sand, 0,42% bentonit, 0,18% debu, dan 2,9% air, menghasilkan kekuatan tekan hijau (GCS) tertinggi sebesar 13,4 N/cm².Hasil ini mengindikasikan potensi besar debu greensand sebagai pengganti bentonit dalam meningkatkan kualitas cetakan pasir dan mengurangi dampak lingkungan dari industri pengecoran.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh variasi ukuran partikel debu greensand terhadap sifat-sifat pasir cetak, karena ukuran partikel dapat memengaruhi kemampuan pengikatan dan kepadatan cetakan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi kombinasi debu greensand dan bahan pengikat alternatif lainnya, seperti fly ash atau biomaterial, untuk menghasilkan formulasi pasir cetak yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penggunaan debu greensand dalam berbagai jenis pengecoran logam, termasuk pengecoran dengan logam yang memiliki titik leleh tinggi, untuk memastikan kompatibilitas dan kinerja yang optimal.

  1. Pengaruh penggunaan debu terhadap sifat mekanik pasir cetak greensand dengan bahan dasar pasir silika... doi.org/10.54199/pjse.v5i1.483Pengaruh penggunaan debu terhadap sifat mekanik pasir cetak greensand dengan bahan dasar pasir silika doi 10 54199 pjse v5i1 483
  2. PENGARUH PENGGUNAAN BENTONIT TERAKTIVASI ASAM SEBAGAI KATALIS TERHADAP PENINGKATAN KANDUNGAN SENYAWA... doi.org/10.24198/cna.v4.n3.10921PENGARUH PENGGUNAAN BENTONIT TERAKTIVASI ASAM SEBAGAI KATALIS TERHADAP PENINGKATAN KANDUNGAN SENYAWA doi 10 24198 cna v4 n3 10921
Read online
File size265.86 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test