PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Penelitian ini menganalisis sinergi beton berkekuatan tinggi (High Strength Concrete/HSC) dan beton normal dengan penambahan abu sekam padi (ASP) sebagai pozzolan dan serat bambu sebagai penguat terhadap peningkatan kuat lentur balok komposit. Abu sekam padi dengan kandungan silika tinggi menggantikan sebagian semen untuk meningkatkan kekuatan dan durabilitas, sedangkan serat bambu meningkatkan ketangguhan dan ketahanan retak. Metode eksperimental dilakukan di Laboratorium Rekayasa dan Bahan Beton, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara dengan variasi lapisan HSC setebal 1 cm, 3 cm, dan 5 cm pada bagian atas balok beton normal. Pengujian dilakukan terhadap beton segar dan beton keras pada umur 28 hari. Hasil menunjukkan penambahan 10% abu sekam padi dan 1% serat bambu meningkatkan kuat tekan dan lentur secara signifikan. Kuat lentur tertinggi diperoleh pada balok dengan lapisan HSC 3 cm, menunjukkan peningkatan kapasitas beban dan penurunan lendutan. Analisis metode momen-area dan SAP 2000 memperkuat hasil laboratorium dengan selisih lendutan dalam batas toleransi. Kombinasi HSC, abu sekam padi, dan serat bambu memberikan efek sinergis terhadap peningkatan performa mekanis beton dan mendukung pengembangan material konstruksi berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh abu sekam padi (ASP) sebagai bahan pozzolan dan serat bambu sebagai material penguat pada beton normal dan High Strength Concrete (HSC), dapat disimpulkan bahwa penggunaan ASP sebagai substitusi parsial semen mampu meningkatkan kekuatan tekan dan durabilitas beton secara signifikan hingga mencapai kadar optimum akibat tingginya kandungan silika yang bersifat pozzolanik, sementara penambahan serat bambu sebesar 1% terbukti meningkatkan ketangguhan dan kuat lentur beton melalui mekanisme pengendalian retak mikro.Selain itu, variasi ketebalan lapisan HSC memberikan pengaruh nyata terhadap perilaku lentur balok beton komposit, di mana ketebalan optimum 3 cm menunjukkan keseimbangan terbaik antara distribusi tegangan, kekakuan, dan kekuatan lentur dibandingkan ketebalan 1 cm yang kurang efektif dan 5 cm yang menimbulkan perbedaan kekakuan antarlapisan.Hasil analisis deformasi juga menunjukkan kesesuaian yang baik antara data pengujian laboratorium dan pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak SAP2000, sehingga menegaskan validitas hasil penelitian serta menunjukkan bahwa kombinasi ASP dan serat bambu berpotensi meningkatkan performa mekanik beton sekaligus mendukung penerapan material ramah lingkungan dalam industri konstruksi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut pengaruh variasi ketebalan lapisan HSC terhadap perilaku lentur balok beton komposit, khususnya pada ketebalan menengah (3 cm) yang menunjukkan keseimbangan optimal antara distribusi tegangan dan kekuatan lentur. (2) Meneliti efek sinergis antara abu sekam padi dan serat bambu terhadap performa mekanik beton, termasuk kekuatan tekan, tarik, dan lentur, serta durabilitas beton dalam jangka panjang. (3) Mengembangkan model numerik yang lebih canggih untuk memprediksi perilaku lentur balok beton komposit dengan mempertimbangkan efek sinergis antara HSC, abu sekam padi, dan serat bambu, serta mengintegrasikan model ini dengan analisis eksperimental untuk validasi dan peningkatan akurasi prediksi.

  1. The quasi‐ductile resistance of compressed spun concrete beam‐columns | Journal of Civil Engineering... doi.org/10.3846/jcem.2010.20The quasiAaductile resistance of compressed spun concrete beamAacolumns Journal of Civil Engineering doi 10 3846 jcem 2010 20
Read online
File size610.3 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test