STAIDHISTAIDHI

Dharma: Jurnal Pengabdian MasyarakatDharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Permasalahan energi dan limbah organik menjadi tantangan sekaligus peluang dalam mendorong pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Kalangan mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan solusi inovatif, khususnya dalam bidang kewirausahaan berbasis energi alternatif. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan briket dari limbah organik sebagai upaya penguatan jiwa kewirausahaan. Metode yang digunakan meliputi pemberian materi terkait briket dan peluang bisnisnya, demonstrasi teknis pembuatan briket, serta diskusi interaktif tentang peluang usaha berbasis energi alternatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam mengelola limbah menjadi energi, yang tercermin dari kenaikan skor pretest sebesar 73,75 menjadi 98,33 pada posttest (peningkatan 33,3%). Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi stimulus awal dalam menumbuhkan wirausaha muda yang peduli lingkungan dan mampu menjawab tantangan keberlanjutan energi di masa depan.

Pelatihan pembuatan briket dari limbah organik berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam pengelolaan energi terbarukan.Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 73,75 menjadi 98,33, atau setara dengan peningkatan 24,58 poin yang merefleksikan kenaikan pengetahuan peserta sebesar 33,3%.Peserta terlibat aktif dalam seluruh proses, mulai dari persiapan bahan hingga produksi akhir, dan mampu menghasilkan briket dengan kualitas fisik yang baik.Rekomendasi kegiatan lanjutan mencakup uji mutu laboratorium, penyusunan model bisnis sederhana, serta pendampingan teknis untuk penyempurnaan formulasi, perbaikan alat pencetak, dan pemetaan segmen pasar potensial.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan pengujian laboratorium terhadap nilai kalor dan kadar abu briket yang dihasilkan untuk memperoleh data mutu yang lebih akurat dan mendukung pengembangan usaha briket pada tahap berikutnya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi briket dengan campuran bahan baku yang berbeda-beda, seperti kombinasi limbah pertanian lainnya, untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas briket. Ketiga, penelitian dapat mengkaji potensi penggunaan briket sebagai bahan bakar alternatif pada berbagai sektor, seperti industri atau transportasi, untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk.

  1. PEMANFAATAN CANGKANG SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU BRIKET DENGAN MENGGUNAKAN PEREKAT TEPUNG KANJI | Chemical... ojs.unimal.ac.id/index.php/cejs/article/view/8920PEMANFAATAN CANGKANG SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU BRIKET DENGAN MENGGUNAKAN PEREKAT TEPUNG KANJI Chemical ojs unimal ac index php cejs article view 8920
  2. Utilization of Smart Agricultural Technology to Improve Resource Efficiency in Agro-industry | West Science... doi.org/10.58812/wsa.v2i01.656Utilization of Smart Agricultural Technology to Improve Resource Efficiency in Agro industry West Science doi 10 58812 wsa v2i01 656
Read online
File size359.08 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test