STPI PAJAKSTPI PAJAK

Journal of Tax and BusinessJournal of Tax and Business

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui di Pesantren Luhur Al-Wasilah. Reward adalah sesuatu yang diberikan kepada perorangan atau kelompok jika mereka melakukan suatu keunggulan di bidang tertentu. Punishment adalah ancaman hukuman yang bertujuan untuk memperbaiki kinerja karyawan yang melanggar, memelihara peraturan yang berlaku dan memberikan pelajaran kepada pelanggar. Jenis metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik uji statistik melalui penyebaran kuisioner. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 110 orang dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel reward yang diterapkan termasuk dalam kriteria rendah serta tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Dan variabel punishment yang diterapkan termasuk dalam kriteria yang tinggi serta memiliki hubungan positif.

Reward yang diterapkan di Pesantren Luhur Al-Wasilah tergolong rendah dan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.Sementara itu, punishment yang diberlakukan di lembaga tersebut berada dalam kriteria netral dan juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan.Namun, secara simultan, reward dan punishment dianggap memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Pesantren Luhur Al-Wasilah.

Mengingat temuan penelitian ini menunjukkan bahwa reward dan punishment yang diterapkan di Pesantren Luhur Al-Wasilah memiliki pengaruh yang sangat lemah atau bahkan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, peneliti selanjutnya dapat menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin lebih dominan dalam memengaruhi kinerja karyawan di lingkungan pesantren. Apakah faktor motivasi intrinsik, budaya organisasi yang berbasis nilai spiritual, gaya kepemimpinan kyai atau pimpinan, atau peluang pengembangan diri yang bersifat non-finansial, memiliki dampak yang lebih besar? Pertanyaan ini penting untuk dipahami agar dapat merancang strategi peningkatan kinerja yang lebih efektif dan sesuai konteks. Kedua, studi di masa depan sebaiknya menggunakan pendekatan kualitatif atau metode campuran untuk menggali persepsi dan pengalaman mendalam dari para karyawan terkait sistem reward dan punishment yang berlaku. Mengapa punishment, seperti yang diindikasikan, justru berpotensi menurunkan kinerja? Pemahaman yang lebih kaya dari sudut pandang karyawan akan membantu mengidentifikasi akar masalah dan menemukan solusi yang lebih peka terhadap dinamika internal pesantren. Ketiga, sebuah penelitian dapat dirancang untuk mengembangkan dan menguji model sistem reward dan punishment yang disesuaikan secara khusus dengan nilai-nilai dan karakteristik unik lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren. Bagaimana cara merancang insentif yang selaras dengan misi spiritual dan bagaimana bentuk akuntabilitas yang membangun tanpa merusak semangat kerja? Upaya ini akan memberikan panduan praktis bagi pesantren lain yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Read online
File size242.37 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test