STTBERITAHIDUPSTTBERITAHIDUP

Jurnal Teologi Berita HidupJurnal Teologi Berita Hidup

Matius pasal 5-7 biasa disebut Khotbah Kristus di bukit. Ayat-ayat pembuka (Mat. 5:1-2) dan penutupnya (Mat. 7:28-29) menegaskan bahwa Yesus mengajar dengan otoritas ilahi. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka, artikel ini menafsirkan kedua bagian tersebut dari sudut pandang Pentakostal, mengaitkan dengan homiletika. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyampaian firman tidak sekadar tugas manusiawi, melainkan tindakan keilahian karena: Roh Kudus mengurapi penghotbah, pengkhotbah memiliki otoritas rohani, dan khotbah yang berkuasa menimbulkan ketakjuban. Kewibawaan dalam pengajaran Yesus, menjadi inspirasi bagi khotbah penuh kuasa dalam kaum Pentakostal. Implikasinya bagi homiletika masa kini meliputi: penyeimbangan eksegesis alkitabiah dengan kesiapan rohani, penyampaian khotbah dengan wibawa ilahi, dan gaya berkhotbah yang responsif terhadap kerja Roh Kudus.

28-29 menunjukkan Yesus mengajar dengan otoritas ilahi, yang dari perspektif Pentakostal merupakan tindakan keilahian karena Roh Kudus mengurapi pengkhotbah, memberinya otoritas rohani, dan menimbulkan ketakjuban.Yesus adalah teladan utama dalam berkhotbah dengan kuasa, yang implikasinya bagi homiletika masa kini mencakup penyeimbangan eksegesis alkitabiah dengan kesiapan rohani.Penyampaian khotbah dengan wibawa ilahi dan gaya berkhotbah yang responsif terhadap kerja Roh Kudus menjadi kunci pembaruan dan pertumbuhan jemaat, sebagaimana Yesus membawakan firman-Nya.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam dari perspektif yang berbeda. Sebagai contoh, sebuah studi bisa meneliti bagaimana jemaat awam di Indonesia secara nyata memahami dan mengalami keseimbangan antara relevansi praktis yang ditawarkan khotbah Pentakostal dengan kedalaman teologisnya, menjawab kritik yang ada di masyarakat. Selain itu, sebuah penelitian kualitatif yang mewawancarai para pengkhotbah dapat mengukur sejauh mana implementasi prinsip menyeimbangkan eksegesis alkitabiah dengan kesiapan rohani dilakukan dalam praktik sehari-hari serta mengidentifikasi tantangan terbesar yang mereka hadapi. Arah penelitian yang lebih inovatif lagi adalah dengan melakukan studi empiris untuk menemukan apakah ada hubungan yang nyata antara gaya berkhotbah yang disebut responsif terhadap Roh Kudus dengan pertumbuhan spiritual yang dapat diukur dari jemaat, sehingga memberikan bukti konkret atas dampak khotbah tersebut.

  1. Berkhotbah dengan Kuasa: Pembacaan Matius 5-7 dari Perspektif Pentakostal | Jurnal Teologi Berita Hidup.... e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh/article/view/983Berkhotbah dengan Kuasa Pembacaan Matius 5 7 dari Perspektif Pentakostal Jurnal Teologi Berita Hidup e journal sttberitahidup ac index php jbh article view 983
  1. #penelitian kualitatif#penelitian kualitatif
  2. #roh kudus#roh kudus
Read online
File size457.41 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-1D7
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test