AHMAREDUCAHMAREDUC

Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian MasyarakatAhmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Malaria merupakan salah satu fokus kritis masalah kesehatan global. Malaria mengancam sekitar 3,2 miliar orang di seluruh dunia, dan 1,2 miliar orang berisiko tinggi. Setiap tahun terdapat 15 juta kasus malaria dengan 38.000 kematian di Indonesia. Tujuan pengabdian dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terutama kader dalam membuat kelambu celup insektisida dalam pencegahan dan pengendalian malaria sehingga kasus malaria di kecamatan Gumarang Kabupaten Gumarang dapat menurun. Pengabdian dilakukan melalui penyuluhan dan dilanjutkan dengan melakukan praktek kerja. Melalui pelatihan pembuatan jaring celup, kader desa memperoleh keterampilan teknis dalam membuat dan memelihara jaring celup. Berdasarkan wawancara dengan kader desa binaan, terdapat beberapa keluhan terkait pemilihan kader desa yang umumnya ibu rumah tangga untuk mewakili keikutsertaan dalam pelatihan. Padahal, menurut kader, pekerjaan ibu rumah tangga lebih kompleks, dan tenaga kerjanya tidak lagi mumpuni. Sehingga pemilihan peserta diklat perlu lebih memperhatikan usia, pengetahuan, dan waktu luang peserta, Desa Semarang merupakan salah satu desa di Kecamatan Gemarang yang tahun 2020 juga akan menjadi peserta pelatihan pembuatan kelambu pengabdian masyarakat. Penggunaan kelambu ini merupakan kelambu yang telah dicelupkan ke dalam insektisida yang telah diluncurkan oleh Puskesmas Gemarang sejak tahun 2008 – 2016 dan mendapatkan dana anggaran dari lembaga swadaya masyarakat dan bantuan pemerintah. Hasil kegiatan Durlambu telah memberikan hasil yang positif dan signifikan dalam menurunkan malaria, sehingga diharapkan penggunaan Durlambu akan menjadi kebiasaan untuk menekan malaria. Keberlanjutan penggunaan Durlambu ini diharapkan dapat menjadi alasan kemitraan pengabdian masyarakat antara Poltekkes Kemenkes Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Madiun untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat jaring pewarna.

Penyuluhan dan pelatihan mengenai bionomik malaria serta teknik pembuatan dan pemeliharaan kelambu berinsektisida dapat dipahami dan dipraktikkan dengan baik oleh para peserta.Kegiatan yang diikuti oleh 20 peserta ini menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari keingintahuan dan partisipasi aktif mereka hingga selesai.Hasil dari pendampingan ini adalah tercapainya peningkatan jumlah kelambu berinsektisida di masyarakat sebesar 52,71%.

Untuk meningkatkan keberhasilan program ini di masa depan, ada beberapa ide penelitian yang bisa dikembangkan. Pertama, bagaimana jika kita meneliti kelompok mana yang paling tepat menjadi kader? Selama ini sering memilih ibu rumah tangga, padahal mungkin pemuda atau petani memiliki lebih banyak waktu dan kemampuan untuk membantu masyarakat secara berkelanjutan. Kedua, perlu diteliti lebih dalam tentang kebiasaan masyarakat setelah menerima kelambu, apakah mereka benar-benar merawatnya dengan baik dan apa saja kendalanya, serta bagaimana hal ini berkaitan langsung dengan angka kasus malaria setelah enam bulan atau lebih. Ketiga, apakah ada cara pelatihan yang lebih menarik dan efektif daripada ceramah dan demonstrasi? Misalnya, dengan menjadikan sesama kader sebagai pengajar atau melibatkan kepala desa untuk memberi contoh, apakah hal ini bisa membuat program ini lestari lebih lama tanpa bantuan dari luar. Penelitian-penelitian ini akan membantu menemukan formula terbaik untuk memberantas malaria di daerah lain dengan kondisi serupa.

  1. #lembaga swadaya masyarakat#lembaga swadaya masyarakat
  2. #kelambu celup#kelambu celup
Read online
File size203.53 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1D3
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test