STTBERITAHIDUPSTTBERITAHIDUP

Jurnal Teologi Berita HidupJurnal Teologi Berita Hidup

Artikel ini menyajikan analisis mendalam atas 1 Korintus 6:11, berangkat dari konteks historis jemaat Korintus abad pertama yang mengalami dekadensi moral sejalan dengan realitas di Indonesia masa kini di mana orang Kristen gagal menunjukkan perilaku yang sudah mengalami transformasi ilahi. Ayat ini berfungsi sebagai klimaks retoris dan teologis dalam argumen Paulus melawan praktik-praktik dosa di dalam jemaat. Melalui analisis teologis dari perspektif Pentakostal terhadap tiga istilah kunci: disucikan, dikuduskan, dan dibenarkan oleh peran sentral Allah, ditunjukkan bahwa ayat tersebut bukan sekadar peringatan, melainkan proklamasi identitas baru yang mendasar bagi orang percaya sebagai transformasi ilahi di tengah dekadensi moral. Disimpulkan bahwa 1 Korintus 6:11 adalah deklarasi ilahi yang transformatif, mengubah identitas orang-orang berdosa menjadi ahli waris Kerajaan Allah yang telah disucikan, dikuduskan, dan dibenarkan. Dalam perspektif Pentakostal, karya Roh Kudus menjadi fondasi bagi transformasi ilahi.

11 adalah deklarasi transformatif yang mengubah identitas orang berdosa menjadi ahli waris Kerajaan Allah melalui karya Allah yang nyata dalam penyucian, pengudusan, dan pembenaran.Dalam perspektif Pentakostal, karya Roh Kudus menjadi landasan utama bagi transformasi ilahi di tengah dekadensi moral.Ayat ini memberikan fondasi identitas baru bagi orang percaya, mendorong perjuangan melawan dosa, serta menegaskan panggilan untuk hidup kudus sesuai dengan status rohani yang telah diberikan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengalaman baptisan Roh Kudus secara nyata mengubah pola pikir dan perilaku moral jemaat muda di tengah arus budaya sekuler di Indonesia, untuk melihat langsung efektivitas karya Roh dalam transformasi identitas. Kedua, penelitian bisa menggali bagaimana komunitas gereja yang secara konsisten menekankan doktrin dibasuh, dikuduskan, dibenarkan mampu membentuk kepribadian jemaat yang tahan terhadap dekadensi moral dibanding komunitas yang hanya fokus pada disiplin moral tanpa dasar teologis. Ketiga, perlu dikaji model pemulihan rohani bagi jemaat yang telah jatuh dalam dosa berat, dengan pendekatan berbasis identitas baru di dalam Kristus, untuk melihat apakah peneguhan identitas ilahi lebih efektif daripada hukuman atau pengucilan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan artikel ini dengan bukti empiris tentang mekanisme transformasi ilahi dalam konteks pastoral kontemporer.

  1. Transformasi Ilahi di Tengah Dekadensi Moral: Tafsir Pentakostal atas 1 Korintus 6:11 | Jurnal Teologi... doi.org/10.38189/jtbh.v8i1.982Transformasi Ilahi di Tengah Dekadensi Moral Tafsir Pentakostal atas 1 Korintus 6 11 Jurnal Teologi doi 10 38189 jtbh v8i1 982
  1. #roh kudus#roh kudus
  2. #ahli waris#ahli waris
Read online
File size526.85 KB
Pages22
Short Linkhttps://juris.id/p-1D8
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test