STITUSASTITUSA

Education and Growth JournalEducation and Growth Journal

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik dengan model pembelajaran time token pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Batur, tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian yang dipakai adalah Penenlitian Tindakan Kelas (classroom action research), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SD Negeri 2 Batur yang berjumlah 10 siswa. Desain penelitian yang digunakan yaitu siklus dengan model spiral yang dikembangkan oleh Kemiss dan Taggart. Metode penelitian yang digunakan meliputi wawancara, pretest, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran time token dapat meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Batur. Peningkatan ini ditunjukan oleh perolehan persiklus yang terus meningkat. Rata-rata peningkatan penelitian ini sebesar 40% pada siklus I meningkat menjadi 75% pada siklus II.

Berdasarkan analisis data, model pembelajaran Time Token terbukti efektif meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Batur, yang ditunjukkan oleh peningkatan hasil signifikan selama dua siklus penelitian.Peningkatan ini terlihat dari perolehan nilai yang secara konsisten melampaui Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) pada siklus-siklus selanjutnya, mencapai rata-rata 90% siswa di atas KKM pada akhir siklus II.Model Time Token berhasil mendorong keberanian siswa untuk berpendapat dan meminimalkan dominasi dalam diskusi, sehingga meningkatkan partisipasi aktif seluruh peserta didik.

Melihat potensi besar model pembelajaran Time Token dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa di SD Negeri 2 Batur, penelitian lanjutan yang komprehensif sangat diperlukan. Pertama, akan sangat berharga untuk menguji sejauh mana model ini dapat diaplikasikan secara efektif pada mata pelajaran lain di luar IPAS, seperti Bahasa Indonesia, atau bahkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti SMP. Peneliti bisa mengeksplorasi apakah ada perbedaan efektivitas saat diterapkan pada kelompok siswa yang lebih besar, untuk memahami adaptabilitas dan generalisasi model di berbagai konteks. Ini akan membantu mengidentifikasi modifikasi yang mungkin dibutuhkan agar Time Token relevan di beragam kurikulum dan demografi siswa.. . Kedua, penting untuk menyelidiki keberlanjutan dampak model Time Token terhadap kepercayaan diri dan kelancaran berbicara siswa dalam jangka panjang. Apakah peningkatan keterampilan yang terlihat pada akhir siklus penelitian tetap bertahan setelah beberapa waktu, dan aspek-aspek spesifik seperti penguasaan kosakata atau ketepatan struktur kalimat paling signifikan terpengaruh? Studi longitudinal yang melibatkan observasi dan evaluasi periodik akan memberikan wawasan mendalam mengenai durasi efek positif model ini.. . Ketiga, fokus penelitian dapat beralih pada perspektif dan pengalaman guru dalam mengimplementasikan model Time Token. Memahami tantangan praktis yang dihadapi guru, seperti manajemen kelas, persiapan materi, atau integrasi dengan kurikulum yang ada, akan sangat membantu. Selain itu, menggali persepsi guru tentang nilai tambah dan kendala model ini dari sudut pandang mereka sendiri akan memfasilitasi pengembangan panduan implementasi yang lebih realistis dan mudah diterapkan, memastikan Time Token tidak hanya efektif tetapi juga praktis untuk diintegrasikan dalam praktik mengajar sehari-hari.

  1. #model pembelajaran#model pembelajaran
  2. #kemampuan berbicara#kemampuan berbicara
Read online
File size220.18 KB
Pages19
Short Linkhttps://juris.id/p-1Hq
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test