SYEKH NURJATISYEKH NURJATI

Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MIAl Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI

Indonesia adalah negara dengan keragaman agama, budaya, dan suku yang sangat besar. Keragaman ini berfungsi sebagai kekayaan sekaligus tantangan dalam membangun masyarakat yang harmonis dan toleran. Dalam realitas sosial, perbedaan yang tidak terkelola dapat menyebabkan prasangka, diskriminasi, dan bahkan konflik antarkelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas pembelajaran berbasis masalah multikultural, mengidentifikasi persepsi guru, dan mengkaji kontraksi pendekatan ini dalam menumbuhkan karakter yang toleran, inklusif, dan menghargai keragaman yang sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama di pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menyajikan data kualitatif yang dikumpulkan dari wawancara dan data kuantitatif yang dikumpulkan melalui kuesioner Google Form yang disebarkan kepada guru sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah multikultural dipandang sangat positif oleh guru SD dan MI, karena secara efektif membiasakan siswa dengan nilai-nilai keragaman, toleransi, dan inklusivitas sekaligus memperkuat karakter dan keterampilan abad ke-21 siswa. Pendekatan ini sengaja dibuat strategis dalam mempromosikan moderasi beragama, sikap, dan membangun ekosistem pendidikan yang damai dan inklusif.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah multikultural dipandang sangat positif oleh guru.Pembelajaran ini dapat membiasakan siswa dengan nilai-nilai keragaman, toleransi, dan inklusivitas.Pendekatan ini juga diperkuat melalui karakter secara efektif dan mendorong moderasi beragama serta mempromosikan sikap positif.

Mengetahui bagaimana pengembangan kurikulum yang lebih inklusif dan kontekstual pada tingkat Sekolah Dasar dapat diimplementasikan di seluruh Indonesia. Untuk itu, perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana guru dapat lebih efektif memanfaatkan pendidikan multikultural dalam pengenalan nilai-nilai toleransi sejak dini, dan bagaimanapun pula pandangan guru terhadap pendidikan multikultural di lingkungan belakang sosial dan pendidikan mereka. Semua pihak dalam pendidikan seharusnya berkolaborasi untuk mendorong pendidikan multikultural, sehingga dapat mewujudkan generasi yang lebih toleran dan menghargai berkaryaam. Melalui pengembangan kurikulum yang lebih terkait dengan perfil laki-laki dan perempuan, serta menghadapi kebutuhan pendidikan bagi siswa dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda, maka diharapkan mempromosikan moderasi beragama yang berdampak positif pada character dalam menghadapi perbedaan.

  1. "Overview of Problem-based Learning: Definitions and Distinctions" by John R. Savery. overview... docs.lib.purdue.edu/ijpbl/vol1/iss1/3Overview of Problem based Learning DeAnitions and Distinctions by John R Savery overview docs lib purdue edu ijpbl vol1 iss1 3
  2. Implementasi Pendidikan Multikultural Di Sekolah Dasar untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Peserta... doi.org/10.31004/basicedu.v8i3.7664Implementasi Pendidikan Multikultural Di Sekolah Dasar untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Peserta doi 10 31004 basicedu v8i3 7664
  3. Promoting Religious Moderation through Multicultural Problem-Based Learning: A Study in Elementary Education... syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/ibtida/article/view/21890Promoting Religious Moderation through Multicultural Problem Based Learning A Study in Elementary Education syekhnurjati ac jurnal index php ibtida article view 21890
Read online
File size332.33 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test