STKIP PESSELSTKIP PESSEL

Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahJurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kurikulum yang diterapkan di SMAN 2 Sutera, baik pada tataran dokumen maupun implementasi, serta merumuskan model hipotetik kurikulum ideal yang relevan dengan tuntutan era digital. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan strategi sequential explanatory, diawali oleh analisis dokumen kurikulum (silabus, RPP, dan program sekolah) secara kualitatif, kemudian dilanjutkan dengan survei dan wawancara terhadap guru, siswa, serta pemangku kebijakan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum di SMAN 2 Sutera telah mengakomodasi sebagian aspek kompetensi abad ke-21, masih terdapat kesenjangan antara perencanaan dokumen dan praktik pembelajaran di kelas, terutama dalam integrasi teknologi digital, penguatan literasi informasi, serta penerapan pembelajaran berbasis proyek. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengajukan model kurikulum ideal berbasis digital adaptif, yang menekankan kolaborasi guru-siswa, pemanfaatan interaktif, serta pengembangan kompetensi kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif (4C).

Penelitian ini menegaskan bahwa rekonstruksi kurikulum di SMAN 2 Sutera sangat penting untuk menghadapi tantangan era digital, karena meskipun dokumen kurikulum telah mengadopsi prinsip Kurikulum Merdeka, implementasinya masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur, variasi kompetensi guru, dan budaya belajar siswa yang belum adaptif.Kesenjangan antara dokumen dan praktik menunjukkan bahwa digitalisasi tidak dapat dicapai hanya melalui revisi administratif, melainkan memerlukan transformasi paradigma pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi secara kontekstual, kolaboratif, dan autentik.Oleh karena itu, diperlukan model kurikulum ideal berbasis digital adaptif yang menekankan integrasi teknologi bermakna, pengembangan literasi digital, pembelajaran kolaboratif, serta asesmen autentik, sehingga dapat menjadi referensi bagi SMA di wilayah pesisir tanpa kehilangan akar budaya lokal.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana program pelatihan profesional berkelanjutan bagi guru berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi pedagogik digital dalam praktik kelas, misalnya dengan membandingkan hasil pembelajaran sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya, studi komparatif antar sekolah menengah atas di wilayah pesisir dapat mengeksplorasi cara mengintegrasikan nilai budaya lokal ke dalam materi pembelajaran digital, sehingga menghasilkan model kurikulum yang relevan secara budaya dan teknologi. Akhirnya, penelitian longitudinal yang menilai dampak proyek kolaboratif berbasis teknologi terhadap pengembangan kompetensi 4C siswa dapat memberikan bukti empiris mengenai efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis digital adaptif dalam meningkatkan kemampuan kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif mereka.

Read online
File size3.96 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test