STKIP PESSELSTKIP PESSEL

Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahJurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah

Artikel ini mengkaji desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis nilai-nilai demokrasi dan multikultural yang dapat menjadi jawaban atas krisis identitas yang dialami generasi muda di era modern. Di tengah pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, serta keragaman budaya dan agama yang semakin kompleks, pendidikan agama dituntut lebih dari sekadar menyampaikan doktrin. Pendekatan ini menawarkan pengalaman belajar yang mendorong partisipasi aktif, dialog terbuka, serta refleksi terhadap realitas sosial siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dan studi kasus di sekolah yang menerapkan nilai-nilai demokrasi dalam pembelajaran PAI. Hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran ini mampu menciptakan suasana kelas yang inklusif, memperkuat rasa empati, serta membentuk karakter siswa yang terbuka terhadap perbedaan. Peran guru pun menjadi sangat penting, yakni sebagai pendamping nilai dan fasilitator dialog, bukan hanya pengajar teks. Meski menjanjikan, implementasi pendekatan ini masih menghadapi kendala seperti terbatasnya pemahaman guru, minimnya dukungan kebijakan, dan kurangnya materi ajar yang kontekstual. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama lintas pihak untuk memastikan pembelajaran agama mampu membentuk generasi yang religius, toleran, dan siap hidup berdampingan dalam masyarakat yang beragam.

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki tantangan dan peluang besar dalam membentuk identitas generasi muda di era globalisasi.Pendekatan berbasis demokrasi dan multikultural dalam pembelajaran PAI dapat menciptakan ruang belajar yang lebih terbuka dan menghargai perbedaan, serta membantu siswa memahami nilai-nilai agama dalam konteks keberagaman.Implementasi pendekatan ini membutuhkan kesiapan guru, kurikulum yang relevan, dukungan lingkungan sekolah, dan kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan generasi yang religius, adaptif, dan menghargai keberagaman.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai strategi pelatihan guru PAI yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam menerapkan pendekatan demokratis dan multikultural. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan materi ajar PAI yang kontekstual dan relevan dengan isu-isu sosial yang dihadapi generasi muda, serta mengintegrasikan nilai-nilai keberagaman secara eksplisit. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas implementasi pendekatan ini dalam berbagai konteks sekolah, termasuk sekolah di daerah konflik atau dengan karakteristik siswa yang beragam, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mendukung keberhasilan dan tantangan yang mungkin timbul. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Indonesia dan membentuk generasi muda yang religius, toleran, dan siap menghadapi tantangan global.

  1. Integrating Multicultural Values in Islamic Religious Education: A Case Study in Junior High Schools... doi.org/10.35445/alishlah.v17i1.6296Integrating Multicultural Values in Islamic Religious Education A Case Study in Junior High Schools doi 10 35445 alishlah v17i1 6296
  2. 0. pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents... pharosjot.com/uploads/7/1/6/3/7163688/article_4_105_2__april_indonesia.pdf0 pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents pharosjot uploads 7 1 6 3 7163688 article 4 105 2 april indonesia pdf
Read online
File size390.86 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test