STKIP PESSELSTKIP PESSEL
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahJurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahPenelitian ini menganalisis penerapan manajemen mutu terpadu dalam penguatan kinerja, kepemimpinan, dan budaya mutu di Madrasah Aliyah (MA) Al-Ittifaqiah Indralaya. Kajian ini menawarkan kebaruan dengan mengungkap bagaimana prinsip manajemen mutu terpadu diadaptasi dalam konteks madrasah swasta berbasis pesantren, sebuah ranah yang masih jarang dieksplorasi dalam literatur manajemen pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu terpadu telah berlangsung melalui perencanaan strategis, pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan layanan pendidikan. Namun, sejumlah kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan supervisi berbasis data, pengelolaan pendanaan jangka panjang, dan internalisasi budaya mutu yang belum merata. Temuan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan visioner, partisipasi seluruh warga madrasah, serta dukungan kebijakan pemerintah untuk memastikan keberlanjutan perbaikan mutu. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan teori TQM dengan menampilkan model penerapan yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan dapat direplikasi pada madrasah swasta di Indonesia maupun negara Muslim lainnya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Madrasah Aliyah (MA) Al-Ittifaqiah telah berhasil menerapkan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) sebagai kerangka peningkatan mutu madrasah yang menyatukan prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai keislaman.Penerapan MMT tampak pada penyusunan rencana strategis lima tahunan, penerapan standar operasional prosedur (SOP) di setiap unit kerja, serta pelaksanaan siklus plan–do–check–act (PDCA) yang diperkuat melalui forum evaluasi bulanan sebagai media quality circle untuk meninjau capaian, mengidentifikasi hambatan, dan menetapkan tindak lanjut perbaikan.Peningkatan kinerja madrasah tercermin dari prestasi akademik siswa yang konsisten di atas rata-rata provinsi, keberhasilan dalam berbagai kompetisi keagamaan dan sains, serta kualitas guru yang seluruhnya telah memenuhi kualifikasi minimal S1 dan aktif mengikuti pelatihan pengembangan profesional.Kepemimpinan kepala madrasah yang partisipatif dan transformasional mendorong keterlibatan guru, staf, dan komite dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan, sehingga menumbuhkan rasa memiliki dan meningkatkan motivasi kerja.Budaya mutu juga telah melembaga melalui tradisi morning briefing, peer review perangkat pembelajaran, dan internalisasi nilai-nilai Islam seperti ihsan (keunggulan), amanah (integritas), dan musyawarah (partisipasi) dalam tata tertib serta interaksi sehari-hari.Meskipun demikian, keberlanjutan program mutu masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan pada dana BOS, keterbatasan pemanfaatan data digital dalam pengambilan keputusan, dan belum optimalnya mekanisme penghargaan berbasis kinerja untuk mendorong inovasi guru.Secara keseluruhan, penerapan MMT di MA Al-Ittifaqiah membuktikan bahwa manajemen mutu yang berpijak pada nilai-nilai lokal dan religius dapat menjadi model pengelolaan pendidikan Islam yang efektif, adaptif, dan relevan dengan tuntutan era digital, sekaligus memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan MMT di lembaga pendidikan serupa.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek utama. Pertama, mengkaji dampak diversifikasi sumber pendanaan terhadap keberlanjutan program mutu di madrasah berbasis pesantren, dengan membandingkan madrasah yang mengandalkan dana BOS dan madrasah yang memiliki sumber pendanaan mandiri. Kedua, mengeksplorasi integrasi teknologi digital dalam sistem manajemen mutu, khususnya penggunaan analisis data besar untuk meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan berbasis bukti. Ketiga, mengevaluasi model penghargaan berbasis kinerja yang dapat mendorong inovasi guru, dengan mempertimbangkan konteks nilai-nilai keislaman dan budaya pesantren. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan praktis untuk mengatasi tantangan yang masih dihadapi dalam implementasi manajemen mutu terpadu di madrasah swasta.
| File size | 370.21 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Kementerian Agama mewajibkan setiap Madrasah menerapkan Raport Digital Madrasah sebagai pengolahan raport yang dapat diakses dari luar sekolah dengan AplikasiKementerian Agama mewajibkan setiap Madrasah menerapkan Raport Digital Madrasah sebagai pengolahan raport yang dapat diakses dari luar sekolah dengan Aplikasi
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Instrumen yang digunakan meliputi pedoman observasi, panduan wawancara, angket validasi oleh ahli (media, materi, dan Bisindo), serta angket praktikalitasInstrumen yang digunakan meliputi pedoman observasi, panduan wawancara, angket validasi oleh ahli (media, materi, dan Bisindo), serta angket praktikalitas
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Data dikumpulkan melalui tes perbuatan dan alat yang digunakan yaitu instrumen tes perbuatan operasi perkalian serta pengolahan data yang digunakan yaituData dikumpulkan melalui tes perbuatan dan alat yang digunakan yaitu instrumen tes perbuatan operasi perkalian serta pengolahan data yang digunakan yaitu
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Subjek penelitian satu orang dengan target behavior siswa gangguan emosi dan perilaku dapat meningkat kemampuan komunikasi ekspresifnya. Hasil penelitianSubjek penelitian satu orang dengan target behavior siswa gangguan emosi dan perilaku dapat meningkat kemampuan komunikasi ekspresifnya. Hasil penelitian
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi membaca dapat dilakukan melalui penyediaan fasilitas bacaan, keterlibatan orang tua, serta penggunaanPenelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi membaca dapat dilakukan melalui penyediaan fasilitas bacaan, keterlibatan orang tua, serta penggunaan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, seri gambar dapat digunakan untuk mengajarkan struktur naratif cerita. Untuk mendukung implementasi media gambar, pelatihanDalam pelajaran Bahasa Indonesia, seri gambar dapat digunakan untuk mengajarkan struktur naratif cerita. Untuk mendukung implementasi media gambar, pelatihan
ARIPAFIARIPAFI Budaya organisasi produktif adalah cara memperoleh hasil lebih baik bagi organisasi, kelompok, dan individu dengan memahami serta mengelola kinerja sesuaiBudaya organisasi produktif adalah cara memperoleh hasil lebih baik bagi organisasi, kelompok, dan individu dengan memahami serta mengelola kinerja sesuai
UNIVAUNIVA SKB Sinar Serdang Kabupaten Serdang Bedagai, kurikulum darurat khusus memiliki nilai efektifitas fleksibilitas yang tinggi, Lembaga pendidikan diberi kesempatanSKB Sinar Serdang Kabupaten Serdang Bedagai, kurikulum darurat khusus memiliki nilai efektifitas fleksibilitas yang tinggi, Lembaga pendidikan diberi kesempatan
Useful /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hasil dari uji tersebut menyatakan bahwa Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Alternatif (H1) diterima. Sehingga penggunaan media ini sangat disarankanHasil dari uji tersebut menyatakan bahwa Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Alternatif (H1) diterima. Sehingga penggunaan media ini sangat disarankan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Melalui tahapan-tahapan PBL seperti orientasi masalah, pengumpulan data, diskusi kelompok, dan presentasi, siswa terdorong untuk berfikir kritis, kreatif,Melalui tahapan-tahapan PBL seperti orientasi masalah, pengumpulan data, diskusi kelompok, dan presentasi, siswa terdorong untuk berfikir kritis, kreatif,
UMAUMA Bulog sebagai pelaksana teknis pencairan beras tidak hanya terpaut dengan unsur kapasitas teknis saja, selain itu unsur tanggung jawab dan komitmen yangBulog sebagai pelaksana teknis pencairan beras tidak hanya terpaut dengan unsur kapasitas teknis saja, selain itu unsur tanggung jawab dan komitmen yang
UMAUMA Faktor utama yang menghambat keberhasilan program adalah sikap pelaksana yang kurang baik, termasuk pemotongan dana BLT di tingkat desa, serta keterampilanFaktor utama yang menghambat keberhasilan program adalah sikap pelaksana yang kurang baik, termasuk pemotongan dana BLT di tingkat desa, serta keterampilan