GRAHAKAROMAHGRAHAKAROMAH

Kawulo: Journal for Community DevelopmentKawulo: Journal for Community Development

Permasalahan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, menjadi isu lingkungan yang semakin kompleks di berbagai wilayah, termasuk desa-desa di Indonesia. Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran, menimbulkan bau tidak sedap, serta melepaskan gas rumah kaca yang berbahaya bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengelolaan sampah organik rumah tangga berbasis kompos melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, dengan fokus di Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, pelatihan pembuatan kompos, hingga evaluasi bersama. Teknologi yang diperkenalkan berupa komposter sederhana berbahan galon plastik yang mudah diduplikasi dan dioperasikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode ini berhasil menurunkan volume sampah organik rumah tangga hingga rata-rata 1–1,5 kg per hari per rumah tangga. Selain itu, kompos yang dihasilkan dimanfaatkan oleh warga untuk menyuburkan tanaman pekarangan, sehingga turut mendukung ketahanan pangan skala kecil. Dari aspek sosial, kegiatan ini mendorong terbentuknya kesadaran baru di masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Model ini juga memunculkan potensi ekonomi mikro melalui pemanfaatan dan pemasaran kompos.

Pengelolaan sampah organik rumah tangga melalui kompost sederhana dapat diterapkan secara efektif oleh masyarakat Desa Podo.Pendekatan partisipatif yang melibatkan warga meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran dalam mengelola limbah organik dari sumbernya.Mayoritas peserta mampu mempraktikkan pengomposan secara mandiri dan menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, sehingga mengurangi pembuangan sampah organik ke TPS serta meningkatkan kualitas lingkungan rumah tangga.

Penelitian lanjutan dapat mempersiapkan sistem monitoring real‑time penggunaan komposter melalui sensor kelembapan dan suhu, sehingga masyarakat dapat memantau proses dekomposisi secara tepat waktu. Selanjutnya, studi tentang model ekonomi mikro kompos dapat diarahkan untuk membangun jaringan pemasaran kompos lokal, termasuk pembuatan brand dan penetapan harga pasar, guna meningkatkan pendapatan warga. Terakhir, evaluasi dampak jangka panjang terhadap kualitas tanah dan produktivitas tanaman pekarangan dapat dilanjutkan melalui monitoring berkelanjutan, sehingga dapat diidentifikasi potensi peningkatan hasil agrikultur dan kontribusi terhadap ketahanan pangan desa.

Read online
File size653.65 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test