STKIP PESSELSTKIP PESSEL

Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahJurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program coaching dalam meningkatkan kompetensi supervisi akademik guru penggerak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program coaching dapat menjadi salah satu solusi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru. Motivasi utama dalam coaching adalah membantu guru menemukan solusi atas tantangan dan berbagi ide, yang menjadi pendorong kunci keberhasilan program. Materi coaching mencakup berbagai pendekatan dan prinsip penting. Partisipan menyoroti coaching yang membantu dalam aspek mindfulness, pemahaman proses persiapan pembelajaran yang diobservasi, serta elemen-elemen kunci seperti kemitraan, komunikasi dua arah, kehadiran penuh, pertanyaan berbobot, mendengarkan aktif, kepekaan terhadap kondisi, dan menghindari asumsi. Selain itu, penggunaan alur TIRTA dalam setiap sesi juga dianggap esensial. Keberhasilan coaching sangat dipengaruhi oleh kolaborasi kepala sekolah, rekan sejawat, dan sesama guru penggerak. Program coaching menghadapi beberapa hambatan signifikan. Kendala utama meliputi kurangnya dukungan dan kolaborasi dari rekan kerja. Selain itu, keterbatasan waktu dalam pelaksanaan program dan lingkungan yang kurang kondusif juga menjadi masalah.

Program coaching yang dirancang dengan baik dan didukung oleh kolaborasi antar pihak mampu meningkatkan efektivitas supervisi akademik.Motivasi utama dalam coaching adalah membantu guru menemukan solusi atas tantangan dan berbagi ide, yang menjadi pendorong kunci keberhasilan program.Materi coaching mencakup berbagai pendekatan dan prinsip penting.Partisipan menyoroti coaching yang membantu dalam aspek mindfulness, pemahaman proses persiapan pembelajaran yang diobservasi, serta elemen-elemen kunci seperti kemitraan, komunikasi dua arah, kehadiran penuh, pertanyaan berbobot, mendengarkan aktif, kepekaan terhadap kondisi, dan menghindari asumsi.Keberhasilan coaching sangat dipengaruhi oleh kolaborasi kepala sekolah, rekan sejawat, dan sesama guru penggerak.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi faktor-faktor yang paling signifikan mempengaruhi efektivitas program coaching dalam konteks supervisi akademik, dengan fokus pada peran kepemimpinan kepala sekolah dan dinamika kolaborasi antar guru. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara objektif dampak program coaching terhadap kinerja guru dan hasil belajar siswa, sehingga memberikan bukti empiris yang lebih kuat. Ketiga, penelitian tindakan kelas (PTK) dapat diterapkan untuk mengembangkan model program coaching yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing sekolah, dengan melibatkan guru sebagai agen perubahan aktif dalam proses tersebut. Dengan demikian, program coaching dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas supervisi akademik dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan.

Read online
File size418.1 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test