POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3
JKEPJKEPRemaja sering dianggap sebagai masa transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa. Pada era digital, penggunaan media sosial menjadi fenomena yang luas di kalangan remaja, secara signifikan memengaruhi perkembangan emosional mereka. Penelitian ini bertujuan menentukan apakah terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan regulasi emosional pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross‑sectional. Sebanyak 147 siswa dipilih dengan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Social Media Intensity Scale (SIPMS) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Analisis data dilakukan dengan uji Chi‑Square. Ditemukan hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan regulasi emosional remaja (χ² = 28,694, df = 2, p < 0,001), menunjukkan bahwa pengguna yang lebih intens cenderung menunjukkan regulasi emosional yang lebih rendah. Temuan ini menyiratkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berdampak negatif pada stabilitas emosional remaja, menekankan perlunya pengelolaan dan regulasi yang tepat atas penggunaan media sosial.
Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan regulasi emosional pada remaja, di mana remaja dengan tingkat penggunaan media sosial yang tinggi cenderung memiliki kemampuan regulasi emosional yang lebih rendah.Temuan tersebut menekankan pentingnya pemantauan perilaku digital remaja serta promosi penggunaan media sosial yang seimbang dan sadar, dengan melibatkan sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam memberikan bimbingan, edukasi, dan intervensi yang mendukung perkembangan emosional yang sehat.Penelitian lanjutan disarankan untuk menyelidiki bagaimana kualitas dan jenis interaksi media sosial memengaruhi regulasi emosional, mengingat tidak semua penggunaan media bersifat negatif dan beberapa dapat memperkuat ekspresi emosional serta keterhubungan sosial bila digunakan secara konstruktif.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki perbedaan dampak antara keterlibatan aktif (misalnya, membuat konten, berinteraksi langsung) dan pasif (misalnya, scrolling tanpa interaksi) pada regulasi emosional remaja, dengan mengukur perubahan tingkat stres dan kecemasan; apakah jenis keterlibatan tersebut menghasilkan efek yang berbeda pada kemampuan mengatur emosi? Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi peran konten spesifik—seperti konten dukungan sosial versus konten konflik atau provokatif—terhadap regulasi emosional, serta memeriksa apakah faktor moderasi seperti gender atau tingkat dukungan keluarga memperkuat atau melemahkan hubungan tersebut; hal ini dapat membantu mengidentifikasi jenis konten yang paling berisiko atau manfaat bagi kesehatan emosional. Selain itu, diperlukan penelitian longitudinal yang melacak perubahan regulasi emosional pada remaja seiring waktu, mengamati bagaimana fluktuasi intensitas penggunaan media sosial memengaruhi perkembangan emosional selama periode kritis, dan menguji efektivitas intervensi edukatif atau kebijakan yang mempromosikan penggunaan media sosial yang seimbang; pendekatan ini dapat memberikan bukti kuat untuk kebijakan publik dan program pendidikan yang menargetkan kesejahteraan digital generasi muda.
- Differences In Emotional Mental Health Between Boys and Girls | Arditya | Health Gate. differences emotional... doi.org/10.70111/hg3306Differences In Emotional Mental Health Between Boys and Girls Arditya Health Gate differences emotional doi 10 70111 hg3306
- Social Media and Youth Mental Health | Current Psychiatry Reports | Springer Nature Link. social youth... doi.org/10.1007/s11920-023-01478-wSocial Media and Youth Mental Health Current Psychiatry Reports Springer Nature Link social youth doi 10 1007 s11920 023 01478 w
- JMIR Mental Health - Social Media Use in Adolescents: Bans, Benefits, and Emotion Regulation Behaviors.... mental.jmir.org/2024/1/e64626JMIR Mental Health Social Media Use in Adolescents Bans Benefits and Emotion Regulation Behaviors mental jmir 2024 1 e64626
| File size | 387.64 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Di samping sumber informasi tradisional, media sosial telah menjadi platform yang semakin populer untuk pendidikan parenting. Namun, perannya dalam memengaruhiDi samping sumber informasi tradisional, media sosial telah menjadi platform yang semakin populer untuk pendidikan parenting. Namun, perannya dalam memengaruhi
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Sampel penelitian terdiri dari 82 responden (41 kelompok intervensi dan 41 kelompok kontrol). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test.Sampel penelitian terdiri dari 82 responden (41 kelompok intervensi dan 41 kelompok kontrol). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test.
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Metode penelitian yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif cross‑sectional dengan 112 responden wanita berusia 18–59 tahun yang dipilih melaluiMetode penelitian yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif cross‑sectional dengan 112 responden wanita berusia 18–59 tahun yang dipilih melalui
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 This study aims to determine the factors associated with dietary compliance with type 2 diabetes mellitus in the elderly in the Pisangan Health CenterThis study aims to determine the factors associated with dietary compliance with type 2 diabetes mellitus in the elderly in the Pisangan Health Center
IJNMSIJNMS Tiga penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah hipertensi gestasional (HGD), perdarahan, dan infeksi. Ketiga penyebab ini secara besar-besaran dapatTiga penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah hipertensi gestasional (HGD), perdarahan, dan infeksi. Ketiga penyebab ini secara besar-besaran dapat
IJNMSIJNMS Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Hyperemesis Gravidarum di TPM Ny. Fifin Nur Indah selama satu bulan, berjumlah 25 orang, sedangkanPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Hyperemesis Gravidarum di TPM Ny. Fifin Nur Indah selama satu bulan, berjumlah 25 orang, sedangkan
IJNMSIJNMS The sample consisted of 17 normal postpartum mothers selected through purposive sampling. BSE was measured using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–ShortThe sample consisted of 17 normal postpartum mothers selected through purposive sampling. BSE was measured using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short
UNUJAUNUJA Tidak hanya memperkuat teori yang ada, penelitian ini juga memberikan panduan praktis bagi sekolah dalam mengatasi tantangan komunikasi darurat dan mempercepatTidak hanya memperkuat teori yang ada, penelitian ini juga memberikan panduan praktis bagi sekolah dalam mengatasi tantangan komunikasi darurat dan mempercepat
Useful /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Kesiapan keluarga sangat penting dan melibatkan persiapan dalam merawat, menyediakan pendidikan, mendefinisikan peran dalam rumah, dan mengantisipasi kewajibanKesiapan keluarga sangat penting dan melibatkan persiapan dalam merawat, menyediakan pendidikan, mendefinisikan peran dalam rumah, dan mengantisipasi kewajiban
IJNMSIJNMS Skor FOUR yang lebih rendah secara kuat berhubungan dengan lama tinggal ICU yang diperpanjang (p < 0,000; RR = 9,7; 95% CI: 1,4–63,8). Usia yang lebihSkor FOUR yang lebih rendah secara kuat berhubungan dengan lama tinggal ICU yang diperpanjang (p < 0,000; RR = 9,7; 95% CI: 1,4–63,8). Usia yang lebih
PANCASILAPANCASILA Dari temuan yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa Kinerja Karyawan memiliki keterkaitan dengan faktor Reward, Punishment, dan Motivasi Kerja di McDonaldsDari temuan yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa Kinerja Karyawan memiliki keterkaitan dengan faktor Reward, Punishment, dan Motivasi Kerja di McDonalds
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Latar belakang menunjukkan bahwa banyak siswa menghadapi kesulitan dalam memilih jurusan mereka, yang berdampak pada motivasi dan proaktivitas mereka.Latar belakang menunjukkan bahwa banyak siswa menghadapi kesulitan dalam memilih jurusan mereka, yang berdampak pada motivasi dan proaktivitas mereka.