UNUBLITARUNUBLITAR

New Psycho Aksara : Jurnal PsikologiNew Psycho Aksara : Jurnal Psikologi

Tujuan penelitian ini dirancang guna mengetahui pandangan generasi milenial 5.0 terhadap fenomena childfree serta mengkolabrasikan pandangan islam mengenai childfreee berdasarkan teori maslahah mursalah. Riset yang dilakukan menggunakan mix method dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan fenomena yang sedang terjadi. Populasi penelitian ini adalah seluruh generasi milenial di wilayah Blitar dengan sampel penelitian terdiri dari 50 responden. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling, data kemudian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan dan pendapat terkait childfree data menunjukkan sejumlah 61,3% responden menyatakan tidak setuju terhadap fenomena tersebut namun 38,7% responden setuju dengan fenomena tersebut. Namun demikian, sejumlah 93,5% responden tidak ingin menerapkan childfree sedangkan 6,5% responden akan atau telah menerapkan childfree. Perspektif responden dalam menanggapi childfree cukup beragam mulai faktor agama, finansial hingga keinginan pribadi. Penjabarannya dalam perspektif islam sejatinya tidak ada pembahasan secara spesifik mengenai childfree, namun dalam al-Quran dan Hadist menganjurkan memiliki keturunan. Secara rinci jika ditinjau melalui konsep dalam maslahah mursalah keputusan atau pemilihin pernikahan tanpa anak childfree hukumnya makruh, tetapi jika pilihan tidak memiliki anak dikarenakan ada penyakit atau hal yang membahayakan maka alasan diatas dapat dikatakan memenuhi kategori al-kulliyat al-khams yang menjadi sebab diperbolehkannya keputusan tidak memiliki keturunan.

Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan terhadap fenomena childfree di kalangan generasi milenial 5.0, dengan mayoritas tidak setuju namun sebagian kecil menerapkannya.Secara perspektif Islam, childfree tidak secara spesifik dilarang, namun dianggap makruh kecuali dalam kondisi darurat yang mengancam kesehatan atau keselamatan.Oleh karena itu, keputusan untuk childfree perlu dipertimbangkan dengan matang berdasarkan kondisi individu dan nilai-nilai agama.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor psikologis yang melatarbelakangi keputusan seseorang untuk memilih childfree, termasuk pengaruh trauma masa lalu atau kecemasan terhadap peran sebagai orang tua. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak sosial dan ekonomi dari meningkatnya tren childfree terhadap struktur demografi dan sistem pensiun di Indonesia. Ketiga, penting untuk dilakukan studi komparatif mengenai pandangan terhadap childfree di berbagai agama dan budaya, serta bagaimana pandangan tersebut memengaruhi kebijakan publik terkait keluarga dan kependudukan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fenomena childfree dan implikasinya bagi masyarakat.

  1. Fenomena Childfree Pada Generasi Milenial Ditinjau Dari Perspektif Islam | An-Nawa: Jurnal Studi Islam.... doi.org/10.37758/annawa.v4i2.528Fenomena Childfree Pada Generasi Milenial Ditinjau Dari Perspektif Islam An Nawa Jurnal Studi Islam doi 10 37758 annawa v4i2 528
  2. Fenomena Childfree Pada Generasi Milenial Ditinjau Dari Perspektif Islam | An-Nawa: Jurnal Studi Islam.... jurnal.staiannawawi.com/index.php/annawa/article/view/528Fenomena Childfree Pada Generasi Milenial Ditinjau Dari Perspektif Islam An Nawa Jurnal Studi Islam jurnal staiannawawi index php annawa article view 528
Read online
File size296.72 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test