UMNUUMNU

AbdibarayaAbdibaraya

Limbah merupakan salah satu permasalahan yang belum terpecahkan. Limbah yang berasal dari hewan ternak menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh warga Desa Ambalkliwonan Kabupaten Kebumen. Limbah ini termasuk ke dalam jenis limbah organik yang dibiarkan begitu saja oleh para peternak sapi dan menimbulkan bau yang tidak sedap, selain itu limbah hewan ternak dapat menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit pada lingkungan sekitar. Limbah dari kotoran sapi setidaknya dapat dimanfaatkan dengan mengubahnya menjadi pupuk. Lokasi pengabdian berada di Desa Ambalkliwonan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan peternak sapi menjadi sasaran dalam program pengabdian pada masyarakat. Tujuan yang akan dicapai dari kegiatan pelatihan serta pendampingan pemanfaatan limbah organik kotoran sapi menjadi pupuk organik cair dan padat adalah memberikan informasi pengetahuan serta menumbuhkan kesadaran pada masyarakat terhadap pemanfaatan kotoran sapi agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan pupuk organik sehingga akan meminimalisir pengeluaran pembelian pupuk kimia untuk tanaman padi. Metode yang diterapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan menyajikan materi yang selanjutnya dilakukan praktik langsung untuk membuat pupuk organik cair dan padat. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap produk yang dihasilkan serta segala proses yang dilakukan oleh masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan warga masyarakat yang tergabung dalam program pelatihan dan pendampingan dapat membuat pupuk organik cair dan padat sendiri. Pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kesadaran warga masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan kreatif, serta penggunaan pupuk organik dalam bertani.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran hewan ternak berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Ambalkliwonan dalam mengolah limbah menjadi pupuk organik cair dan padat.Masyarakat telah mampu membuat pupuk organik secara mandiri dengan kualitas yang sesuai standar.Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat, bercocok tanam secara organik, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas pupuk organik cair dan padat hasil olahan warga terhadap pertumbuhan tanaman padi dan cabai dibandingkan dengan pupuk kimia, untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil pertanian dapat dicapai. Kedua, perlu dikaji penerapan sistem produksi pupuk organik secara kolektif oleh kelompok karangtaruna guna menghasilkan pupuk dalam skala lebih besar, baik untuk pemenuhan kebutuhan lokal maupun pemasaran ke desa sekitar. Ketiga, sebaiknya diteliti model pendampingan jangka panjang yang melibatkan pemuda desa sebagai pelatih mandiri, sehingga keberlanjutan program pelatihan dapat terjaga tanpa bergantung pada pihak luar, sekaligus menguatkan peran generasi muda dalam pengembangan pertanian organik di tingkat desa.

Read online
File size244.95 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test