INSPIRAINSPIRA

INDOGENIUSINDOGENIUS

Tujuan: Mengidentifikasi pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian merupakan deskriptif kolerasi dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional dengan populasi seluruh pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Medan Deli dengan teknik pengambilan sampel asidental sampling berjumlah 54 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekwensi dan persentase dan bivariat menggunakan uji Chi Square Test. Hasil: Menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi diperoleh hasil p value = 0,004 dan hubungan sikap dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi diperoleh hasil p value = 0,002. Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Diharapkan penderita hipertensi dapat menambah pengetahuan dan mampu bersikap dalam mengendalikan tekanan darah sehingga penyakit hipertensi yang dialami dapat dikontrol ataupun diminimalisir.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang hipertensi mayoritas dengan kategori pengetahuan bai sebanyak 35 orang (64,8%), Sikap pasien tentang hipertensi mayoritas kategori cukup sebanyak 27 orang (50%) dan pengendalian tekanan darah dengan kategori baik sebanyak 25 orang (46,3%).Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi dengan nilai p = 0,004, dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi dengan nilai p = 0,002.

Penelitian ini telah mengungkap adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi, membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut demi meningkatkan kualitas hidup pasien. Sebagai langkah awal, penelitian berikutnya dapat berfokus pada evaluasi efektivitas program edukasi kesehatan yang dirancang secara spesifik untuk kelompok rentan, seperti lansia atau individu dengan tingkat pendidikan dasar, guna menguji apakah intervensi terstruktur dapat secara substansial meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif yang lebih mendalam, dan pada akhirnya, memperbaiki pengendalian tekanan darah mereka secara berkelanjutan. Selain itu, penting juga untuk menyelidiki bagaimana faktor-faktor lain di luar pengetahuan dan sikap, seperti dukungan sosial dari keluarga atau komunitas, akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau, serta faktor gaya hidup personal, memengaruhi kepatuhan pasien dalam mengelola hipertensi dan mencapai target tekanan darah. Penelitian ini bisa melibatkan metode kualitatif untuk memahami hambatan dan fasilitator dari sudut pandang pasien secara lebih mendalam. Terakhir, untuk memberikan bukti yang lebih kuat, studi lanjutan dapat membandingkan dampak pengetahuan dan sikap terhadap luaran klinis objektif, seperti fluktuasi tekanan darah harian dan pencegahan komplikasi jangka panjang, alih-alih hanya berfokus pada pengendalian tekanan darah yang dilaporkan secara subjektif. Ini akan memberikan pemahaman komprehensif mengenai kontribusi pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan penderita hipertensi.

  1. #sikap positif#sikap positif
  2. #air hangat#air hangat
Read online
File size753.17 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3iH
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test