JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR

JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCEJOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori dan implementasi pengambilan keputusan dalam administrasi publik serta menelaah keterkaitannya dengan teori Rational Choice. Dalam konteks administrasi publik, pengambilan keputusan tidak hanya dipengaruhi oleh norma dan struktur birokrasi, tetapi juga oleh rasionalitas aktor yang terlibat. Teori Rational Choice memandang individu sebagai agen rasional yang membuat keputusan berdasarkan perhitungan untung-rugi guna memaksimalkan kepentingan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis konten terhadap kebijakan publik dan studi kasus yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengambilan keputusan dalam sektor publik sering kali tidak sepenuhnya rasional karena dipengaruhi oleh faktor politik, sosial, dan budaya. Namun demikian, elemen-elemen dari Rational Choice Theory tetap menjadi kerangka penting dalam memahami motivasi aktor birokrasi dalam merumuskan dan mengeksekusi kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendekatan rasional dengan pendekatan normatif dan kontekstual dalam praktik administrasi publik guna menghasilkan keputusan yang lebih efektif dan responsif.

Pengambilan keputusan merupakan proses sentral dalam administrasi publik yang melibatkan berbagai aktor, baik pada level teknis maupun strategis.Implementasi konsep pengambilan keputusan dan rational choice dalam administrasi publik tercermin dalam berbagai aktivitas, mulai dari perumusan kebijakan makro, pengelolaan sumber daya, hingga penyediaan layanan publik.Penerapan teori ini membantu menjelaskan perilaku aktor publik dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya rasional dari sisi birokrasi, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi bagaimana faktor-faktor budaya dan sosial secara spesifik memengaruhi proses pengambilan keputusan di berbagai sektor publik, dengan fokus pada studi kasus yang mendalam untuk memahami nuansa lokal. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dirancang untuk menguji secara empiris hubungan antara penerapan prinsip-prinsip Rational Choice Theory dan efektivitas kebijakan publik, dengan menggunakan data sekunder atau survei untuk mengukur dampak kebijakan terhadap indikator kinerja yang relevan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi digital, seperti kecerdasan buatan dan analisis data besar, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di sektor publik, dengan mempertimbangkan implikasi etis dan sosial dari penggunaan teknologi tersebut.

  1. #administrasi publik#administrasi publik
  2. #hewan peliharaan#hewan peliharaan
Read online
File size901.2 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-3iC
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test