UMPARUMPAR

Economos : Jurnal Ekonomi dan BisnisEconomos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini mengkaji advokasi anggaran desa berbasis Gender-Responsive Budgeting (GRB) untuk mendukung pembangunan inklusif bagi perempuan dan anak di Desa Cemba, Kabupaten Enrekang. Desa agraris ini menghadapi tantangan terkait keterbatasan akses perempuan dan anak dalam partisipasi pembangunan serta pengelolaan dana desa yang cenderung berfokus pada infrastruktur fisik. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan informan kunci dari perangkat desa, anggota BPD, kelompok perempuan, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan kendala utama, termasuk pemahaman terbatas tentang prinsip GRB di kalangan aparat desa dan masyarakat, partisipasi perempuan yang masih rendah, dan skala program pemberdayaan yang terbatas. Namun, implementasi GRB memungkinkan alokasi anggaran lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan, meningkatkan partisipasi perempuan dan anak dalam perencanaan pembangunan, serta mengoptimalkan potensi lokal melalui diversifikasi usaha kreatif. Monitoring dan evaluasi menjadi alat penting untuk menilai efektivitas program dan memberikan rekomendasi kebijakan. Penelitian ini berkontribusi secara akademik dengan memperluas literatur advokasi anggaran desa dan memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah desa dan pembuat kebijakan untuk memperkuat pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan. Temuan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparat desa, pelatihan masyarakat, dan kolaborasi multi‑stakeholder untuk implementasi GRB yang efektif.

Simpulan penelitian menunjukkan bahwa advokasi anggaran berbasis Gender‑Responsive Budgeting yang melibatkan multi‑stakeholder berhasil menghasilkan perubahan substantif dalam kebijakan dan alokasi anggaran desa, termasuk revisi RKPDes 2024 dengan enam program baru, peningkatan alokasi untuk pemberdayaan perempuan dan anak dari 12 % menjadi 28 %, serta penerbitan peraturan desa yang menginstitusionalkan komitmen pembangunan inklusif.Keberhasilan tersebut menegaskan bahwa pendekatan advokasi bottom‑up yang didukung oleh data berbasis bukti dan kolaborasi strategis antara kelompok perempuan, perangkat desa, dan BPD dapat mengalihkan prioritas pembangunan desa dari dominasi infrastruktur fisik menuju keseimbangan antara pembangunan fisik dan human development.Namun, proses advokasi masih menghadapi hambatan struktural berupa resistensi budaya patriarkal, keterbatasan literasi anggaran di kalangan perempuan, dan keterbatasan sumber daya fiskal, sehingga diperlukan penguatan kapasitas, program literasi anggaran, serta institusionalisasi GRB melalui regulasi dan mekanisme monitoring yang berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang implementasi Gender‑Responsive Budgeting terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan di desa‑desa agraris, dengan mengukur perubahan pendapatan, partisipasi dalam pengambilan keputusan, dan kesejahteraan keluarga selama lima tahun setelah intervensi. Selain itu, studi komparatif antara beberapa desa di provinsi Sulawesi Selatan dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan atau kegagalan GRB, seperti tingkat literasi anggaran, dukungan kepemimpinan perempuan, dan ketersediaan sumber daya, untuk merumuskan model implementasi yang dapat direplikasi. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan dan menguji penggunaan platform digital berbasis komunitas sebagai alat transparansi dan partisipasi dalam proses penganggaran desa, menilai sejauh mana teknologi meningkatkan akses informasi, partisipasi aktif perempuan dan anak, serta akuntabilitas pengelolaan anggaran. Melalui pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif, ketiga studi ini diharapkan memberikan bukti empiris yang kuat bagi pembuat kebijakan untuk memperkuat regulasi GRB, merancang program pelatihan anggaran yang sesuai, dan memperluas inovasi digital dalam tata kelola desa.

  1. #pemberdayaan ekonomi#pemberdayaan ekonomi
  2. #bisnis digital modern#bisnis digital modern
Read online
File size308.96 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-2US
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test