POLITANI KOEPOLITANI KOE
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP)JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP)Pembekuan udang adalah salah satu pengolahan hasil perikanan yang bertujuan untuk mengawetkan makanan berdasarkan atas penghambatan pertumbuhan mikroorganisme, menahan reaksi-reaksi kimia dan aktivitas enzim-enzim. Good Manufacturing Practice (GMP) akan memberikan penjelasan mengenai cara memproduksi makanan yang baik yang meliputi semua rantai proses produksi makanan, mulai dari persiapan produksi hingga konsumen akhir dengan menekankan pengawasan yang ketat terhadap higiene pada setiap tahap. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi secara langsung bagaimana cara penerapan GMP pada pembekuan Udang bentuk CPDTO di Situbondo. Penelitian dilakukan dengan metode survey, dan observasi dengan mengikuti secara langsung alur proses penanganan udang segar mulai dari tahap awal penerimaan bahan baku, produksi hingga menjadi produk akhir. Pengukuran jumlah penerimaan udang dilakukan sebanyak 30 (tiga puluh ) kali atau selama sebulan, pengujian mutu organoleptik 30 kali selama sebulan, dan pengamatan GMP, SSOP dan kelayakan dasar pengolahan dilakukan dengan survey yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta partisipasi langsung dalam kegiatan proses. Proses pembekuan udang bentuk Cook Peeled Deveined Tail On (CPDTO) memiliki beberapa tahapan yaitu, penerimaan bahan baku, penimbangan I, pencucian I, pemotongan kepala, pencucian II, pengupasan, sortasi, soaking, pencucian III, pembekua IQF, penimbangan II, Glazing, pengemasan I, Metal detector, pengemasan II dan penyimpanan beku. Penerapan GMP di unit pengolahan tersebut sudah dilakukan dengan baik. Pada setiap proses dari bahan baku yang berasal dari supplier dilakukan pengujian laboratorium dan rantai dingin pada setiap tahapan proses terjaga dengan baik sesuai dengan standar dari perusahaan yaitu dengan suhu air dibawah <5°C, suhu udang bahan baku dibawah 5°C dan suhu produk akhir -18°C. Seluruh tahapan sudah sesuai dengan SNI SNI 01.3457.3-2014. Tingkat kesegaran bahan baku udang yang digunakan sudah sesuai dengan acuan SNI SNI 01-2728.1-2006.
Proses pembekuan udang bentuk Cook Peeled Deveined Tail On (CPDTO) memiliki beberapa tahapan yaitu, penerimaan bahan baku, penimbangan I, pencucian I, pemotongan kepala, pencucian II, pengupasan, sortasi, soaking, pencucian III, pembekua IQF, penimbangan II, glazing, pengemasan I, metal detector, pengemasan II dan penyimpanan beku.Penerapan GMP di unit pengolahan tersebut sudah dilakukan dengan baik.Pada setiap proses dari bahan baku yang berasal dari supplier dilakukan pengujian laboratorium dan rantai dingin pada setiap tahapan proses terjaga dengan baik sesuai dengan standar dari perusahaan yaitu dengan suhu air dibawah <5°C, suhu udang bahan baku dibawah 5°C dan suhu produk akhir -18°C.Seluruh tahapan sudah sesuai dengan SNI SNI 01.Tingkat kesegaran bahan baku udang yang digunakan sudah sesuai dengan acuan SNI SNI 01-2728.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh variasi suhu pembekuan terhadap kualitas organoleptik udang CPDTO, pengembangan metode deteksi kontaminasi mikroba lebih sensitif, serta studi tentang pengaruh pengemasan alternatif terhadap daya tahan produk selama penyimpanan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan bahan alami sebagai pengganti bahan kimia dalam proses soaking untuk meningkatkan keamanan dan daya tarik produk. Dengan menggabungkan teknologi digital dalam pemantauan rantai dingin, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan konsistensi kualitas produk udang beku secara berkelanjutan.
| File size | 307.55 KB |
| Pages | 10 |
| Short Link | https://juris.id/p-2UR |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
AKABAAKABA Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pentingnyaMetode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pentingnya
APTKLHIAPTKLHI Riset ini dapat digunakan sebagai model hubungan antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan Laguna Segara Anakan. Laguna Segara Anakan, Cilacap memilikiRiset ini dapat digunakan sebagai model hubungan antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan Laguna Segara Anakan. Laguna Segara Anakan, Cilacap memiliki
UPPRUPPR ) bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma sp. pemberian agen hayati terhadap intensitas penyakit Antraknosa, pertumbuhan dan hasil dua varietas) bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma sp. pemberian agen hayati terhadap intensitas penyakit Antraknosa, pertumbuhan dan hasil dua varietas
UNTAG SMDUNTAG SMD Kondisi habitat orangutan terdiri dari 122 jenis pohon, dimana 80 jenis pohon pakan ditemukan di Prevab dan 70 jenis ditemukan di Sangkima. Efek tepi dibuktikanKondisi habitat orangutan terdiri dari 122 jenis pohon, dimana 80 jenis pohon pakan ditemukan di Prevab dan 70 jenis ditemukan di Sangkima. Efek tepi dibuktikan
UNIMALUNIMAL Penyediaan air bersih, listrik, tempat sampah, dan akomodasi di Pantai Bali masih kurang memadai dan perlu dilengkapi untuk menjamin keberlangsungan ekowisataPenyediaan air bersih, listrik, tempat sampah, dan akomodasi di Pantai Bali masih kurang memadai dan perlu dilengkapi untuk menjamin keberlangsungan ekowisata
UNILAUNILA Berdasarkan hasil penelitian di Repong Damar Pekon Pahmungan pada tahun 2012 terdapat 16 spesies burung dengan jumlah individu 468 yang berasal dari 10Berdasarkan hasil penelitian di Repong Damar Pekon Pahmungan pada tahun 2012 terdapat 16 spesies burung dengan jumlah individu 468 yang berasal dari 10
UNILAUNILA Berdasarkan metode SBE, potensi wisata mangrove di Desa Merak Belantung memiliki nilai keindahan tinggi, dengan nilai tertinggi pada pantai (42), diikutiBerdasarkan metode SBE, potensi wisata mangrove di Desa Merak Belantung memiliki nilai keindahan tinggi, dengan nilai tertinggi pada pantai (42), diikuti
UNILAUNILA Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kelembagaan partisipatif di lokasi penelitian adalah partisipasi pasif yaitu gabungan kelompok tani, kelompok pengolahHasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kelembagaan partisipatif di lokasi penelitian adalah partisipasi pasif yaitu gabungan kelompok tani, kelompok pengolah
Useful /
UMPARUMPAR Kepercayaan merupakan faktor paling dominan dan terbukti berpengaruh positif serta signifikan terhadap keputusan pembelian Gen Z. Social influence berpengaruhKepercayaan merupakan faktor paling dominan dan terbukti berpengaruh positif serta signifikan terhadap keputusan pembelian Gen Z. Social influence berpengaruh
IAINPTKIAINPTK Reaksi transesterifikasi berlangsung pada suhu 65 °C, rasio molar metanol:minyak 12:1, dan waktu 3 jam dengan yield biodiesel 92,3 %. Katalis dapat digunakanReaksi transesterifikasi berlangsung pada suhu 65 °C, rasio molar metanol:minyak 12:1, dan waktu 3 jam dengan yield biodiesel 92,3 %. Katalis dapat digunakan
POLITAN IPYKPOLITAN IPYK 000 jika dijual dalam bentuk gula aren dengan harga Rp. 000 jika dijual dalam bentuk gula semut, dan potensi pendapatan aren selain nira yang didapatkan000 jika dijual dalam bentuk gula aren dengan harga Rp. 000 jika dijual dalam bentuk gula semut, dan potensi pendapatan aren selain nira yang didapatkan
POLITAN IPYKPOLITAN IPYK Penelitian ini menganalisis secara komparatif saluran pemasaran kopi Robusta di Kota Solok. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan pendekatanPenelitian ini menganalisis secara komparatif saluran pemasaran kopi Robusta di Kota Solok. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan pendekatan