UPPRUPPR

AGRISILVIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu PertanianAGRISILVIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian

Efektivitas Trichoderma sp. agens hayati sebagai pengendali penyakit antraknosa pada dua varietas cabai (Capsicum annum L.) bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma sp. pemberian agen hayati terhadap intensitas penyakit Antraknosa, pertumbuhan dan hasil dua varietas cabai merah serta mengetahui pengaruh interaksi antara dua varietas cabai merah dan dosis Trichoderma sp. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 hingga Juni 2017 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling dengan dua faktor perlakuan, faktor pertama adalah varietas cabai yang terdiri dari Gada F1 (V1) dan Astina F1 (V2), sedangkan faktor kedua adalah dosis Trichoderma sp yang terdiri dari empat dosis. yaitu (T0) dosis 0g/tanaman, (T1) dosis 45g/tanaman, (T2) dosis 90g/tanaman dan (T3) dosis 130g/tanaman, diaplikasikan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas cabai berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan seperti tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Varietas Astina F1 memiliki tinggi (90cm), diameter batang (1,15cm) dan jumlah daun (183,75 daun) yang lebih baik dibandingkan varietas Gada F1. Variabel hasil dan intensitas serangan penyakit Antraknosa tidak berpengaruh nyata. Pemberian Trichoderma sp. dengan rentang dosis berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan, dan luas daun. Dosis Trichoderma dengan dosis 45gram/polybag menghasilkan daun terluas (83,48 cm2). Namun variabel hasil dan intensitas serangan penyakit Antraknosa tidak berpengaruh nyata. Interaksi varietas cabai dan pemberian Trichoderma sp dengan dosis berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan, hasil dan intensitas serangan penyakit Antraknosa.

Trichoderma sp merupakan salah satu agen hayati yang berperan positif dalam aktivitas dekomposisi.Aplikasi Trichoderma sp dilaporkan dapat meningkatkan pengambilan unsur hara dari tanah sehingga bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.Potensi mikoparasitik Trichoderma sp tergantung keberadaan jamur kompetitornya dan kemampuan jamur tersebut menginduksi mekanisme ketahanan alami tanaman.Varietas Astina F1 menunjukan karakter pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan Gada F1 tetapi aplikasi Trichoderma belum mampu menginduksi mekanisme ketahanan sehingga intensitas serangan antraknosa masih cukup tinggi.Namun demikian, efek dari pemberian Trichoderma sp dapat meningkatkan ukuran luas daun.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai dosis optimal Trichoderma sp yang mampu menginduksi ketahanan tanaman terhadap penyakit antraknosa. Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut terkait dengan mekanisme mikoparasitik Trichoderma sp dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai. Studi ini dapat dilakukan dengan menguji berbagai dosis Trichoderma sp dan mengamati pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan ketahanan tanaman terhadap penyakit antraknosa. Selain itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada interaksi antara varietas cabai dan dosis Trichoderma sp yang berbeda, untuk mengetahui apakah ada kombinasi tertentu yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit antraknosa.

  1. #tanaman cabai#tanaman cabai
  2. #ekosistem mangrove#ekosistem mangrove
Read online
File size166.34 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1Du
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test