POLITAN IPYKPOLITAN IPYK

Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE)Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE)

Permasalahan agribisnis cabai di Kabupaten Kolaka Timur dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti fluktuatifnya harga cabai, belum terintegrasinya hubungan antar pelaku, rantai pemasaran yang panjang menyebabkan harga yang dibayar oleh konsumen maupun produsen memiliki perbedaan signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model rantai nilai agribisnis cabai. Sampel petani dalam penelitian ini berjumlah 3 orang, dipilih secara purposive dari 3 kecamatan yang merupakan sentra pengembangan cabai di Kabupaten Kolaka Timur yakni Kecamatan Aere, Tinondo dan Tirawuta. Sampel pedagang cabai di Kabupaten Kolaka Timur berjumlah 2 orang yang ditentukan berdasarkan metode snowball sampling. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan rantai nilai Porter. Hasil penelitian menunjukkan rantai nilai cabai di Kabupaten Kolaka Timur melibatkan tiga pihak utama yakni petani, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Hasil analisis berdasarkan pendekatan Porter menunjukkan pelaku utama yang terlibat dalam rantai nilai cabai adalah petani, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Aktivitas utama yang dilakukan oleh petani berkaitan dengan budidaya cabai sampai pemasaran ke pedagang. Sedangkan aktivitas utama yang dilakukan oleh pedagang pengumpul dan pedagang pengecer memiliki karakteristik yang hampir sama mulai dari pembelian cabai, sortasi dan penjualan. Aktivitas pendukung petani antara lain lahan kepemilikan sendiri, modal sendiri, menyewa tenaga kerja dari luar keluarga disamping tenaga kerja keluarga serta penggunaan teknologi yang masih sederhana. Aktivitas pendukung pedagang pengumpul dan pengecer memiliki karakteristik yang hampir sama mulai dari modal mandiri yang terbatas, memanfaatkan tenaga kerja keluarga serta teknologi sederhana. Efisiensi pemasaran diperoleh pada saluran pemasaran pedagang pengumpul yang menjual cabai ke perusahaan tambang dengan keuntungan Rp 16.130/kg.

Rantai nilai cabai di Kabupaten Kolaka Timur melibatkan tiga pelaku utama, yaitu petani, pedagang pengumpul, dan pedagang pengecer.Aktivitas utama petani meliputi budidaya cabai hingga pemasaran, sementara pedagang pengumpul dan pengecer fokus pada pembelian, sortasi, dan penjualan.Dukungan terhadap rantai nilai ini meliputi kepemilikan lahan, modal, tenaga kerja, dan teknologi yang masih sederhana.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak fluktuasi harga cabai terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani, termasuk analisis risiko dan strategi mitigasi yang dapat diterapkan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model kemitraan yang lebih inklusif antara petani, pedagang, dan perusahaan pengolahan cabai, dengan mempertimbangkan aspek keadilan dan keberlanjutan. Ketiga, penting untuk mengkaji potensi penerapan teknologi digital dalam rantai nilai cabai, seperti platform e-commerce untuk memperluas akses pasar dan sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi logistik dan transparansi harga. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan agribisnis cabai di Kabupaten Kolaka Timur, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lainnya dalam rantai nilai tersebut. Dengan demikian, pengembangan agribisnis cabai dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

  1. Archives | Jurnal Manajemen dan Agribisnis. archives jurnal manajemen agribisnis jma vol author geographical... journal.ipb.ac.id/index.php/jmagr/issue/archiveArchives Jurnal Manajemen dan Agribisnis archives jurnal manajemen agribisnis jma vol author geographical journal ipb ac index php jmagr issue archive
  2. Model Rantai Nilai Agribisnis Cabai Di Kabupaten Kolaka Timur | Journal of Agribusiness and Community... doi.org/10.32530/jace.v7i2.784Model Rantai Nilai Agribisnis Cabai Di Kabupaten Kolaka Timur Journal of Agribusiness and Community doi 10 32530 jace v7i2 784
  3. ANALISIS RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) JAGUNG DI KECAMATAN TOROH KABUPATEN GROBOGAN | Jurnal Penelitian... publikasi.dinus.ac.id/index.php/jpeb/article/view/1473ANALISIS RANTAI NILAI VALUE CHAIN JAGUNG DI KECAMATAN TOROH KABUPATEN GROBOGAN Jurnal Penelitian publikasi dinus ac index php jpeb article view 1473
  4. Rantai Nilai Cabai di Kawasan Lereng Gunung Merapi Daerah Istimewa Yogyakarta | Nugroho | agriTECH. rantai... jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/27734Rantai Nilai Cabai di Kawasan Lereng Gunung Merapi Daerah Istimewa Yogyakarta Nugroho agriTECH rantai jurnal ugm ac agritech article view 27734
  1. #pelaku usaha#pelaku usaha
  2. #analisis risiko#analisis risiko
Read online
File size910.41 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2UM
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test